Kain Lurik Rambah Luar Negeri

Kompas.com - 30/07/2010, 08:47 WIB
EditorErlangga Djumena

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Modifikasi kain lurik Yogyakarta menjadi beragam produk, seperti pakaian dan aksesori semakin digemari masyarakat. Jelang Lebaran kali ini, permintaan kain lurik dari masyarakat sudah meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan dengan hari biasa.

Kekhasan corak kain lurik tradisional dan proses pembuatannya yang masih menggunakan tangan menyebabkan nilai jual produk turunan kain lurik tinggi. Tak hanya pasar dalam negeri, kain lurik pun mulai merambah pangsa luar negeri.

"Kami ingin mengangkat lurik yang selama ini hanya dijual sebagai kain selendang agar bisa menyentuh generasi muda," kata Manajer Direktur Kerajinan Lawe Fitria Werdiningsih saat ditemui di bengkel kerja Lawe di Bugisan, Bantul, DI Yogyakarta, Kamis (29/7/2010).

Sebelum ada upaya modifikasi, kain lurik sering kali dicap kuno, tidak trendi, dan berwarna gelap. Kini, beragam gerai kerajinan, seperti Lawe, mulai memberikan sentuhan inovasi baru lewat pewarnaan yang lebih cerah dengan motif beragam. Namun, pembuatan kain lurik dipertahankan melalui cara tradisional dengan penggunaan alat tenun bukan mesin.

Lawe bekerja sama dengan 50 penenun tradisional di Bantul dan 20 penjahit. Beberapa produk yang dihasilkan berupa gantungan kunci, dompet, tas, pakaian, hingga bed cover. Harga beragam produk itu berkisar antara Rp 5.000 dan Rp 1,1 juta. Rentang harga pakaian lurik Rp 200.000-Rp 300.000 per potong. Bidikan utama Lawe adalah masyarakat kelas menengah ke atas.

Kelompok usaha bersama abdi dalem Keraton di Kota Gede juga tertarik menggalakkan usaha kecil pembuatan pakaian tradisional dari kain lurik. Mereka memanfaatkan motif kain lurik tradisional yang didominasi warna hitam, cokelat, dan putih. Menurut salah satu anggotanya, Budi Raharjo, setiap orang bisa menyelesaikan dua pakaian lurik per hari yang dijual Rp 120.000 per potong.

Pangsa pasar kain lurik pun terbuka luas. Tak hanya Yogyakarta, beberapa kota besar, seperti Jakarta dan Denpasar, juga meminati kain lurik. Menurut Fitria, Lawe juga telah mengembangkan pemasaran dengan mulai merintis ekspor dengan pengiriman sampel produk ke Belgia dan Australia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kemenag Buka Lowongan Kerja, Ini Posisi dan Persyaratannya

Kemenag Buka Lowongan Kerja, Ini Posisi dan Persyaratannya

Work Smart
Lima Subsektor Ini Paling Kuat Pengaruhnya untuk Pulihkan Industri di Jawa Barat

Lima Subsektor Ini Paling Kuat Pengaruhnya untuk Pulihkan Industri di Jawa Barat

Whats New
Autopedia Sukses Lestari Tetapkan Harga IPO Rp 256 Per Saham

Autopedia Sukses Lestari Tetapkan Harga IPO Rp 256 Per Saham

Whats New
Ditjen Pajak Sebar Surat Elektronik untuk Wajib Pajak, Apa Isinya?

Ditjen Pajak Sebar Surat Elektronik untuk Wajib Pajak, Apa Isinya?

Whats New
Gojek Sewakan Motor Listrik untuk Mitra Driver, Berapa Biayanya?

Gojek Sewakan Motor Listrik untuk Mitra Driver, Berapa Biayanya?

Whats New
Menteri PPN: Pembangunan IKN Menempatkan RI ke Posisi Strategis Jalur Perdagangan Dunia

Menteri PPN: Pembangunan IKN Menempatkan RI ke Posisi Strategis Jalur Perdagangan Dunia

Whats New
Qoala Plus Targetkan Pertumbuhan Pemasaran 5 Kali Lipat di Tahun 2022

Qoala Plus Targetkan Pertumbuhan Pemasaran 5 Kali Lipat di Tahun 2022

Rilis
Rupiah dan IHSG Ditutup Melemah di Sesi II, Asing Lepas BBNI, BBCA dan ANTM

Rupiah dan IHSG Ditutup Melemah di Sesi II, Asing Lepas BBNI, BBCA dan ANTM

Whats New
54 Persen Dana Pindah Ibu Kota Pakai APBN, Sri Mulyani: Sebetulnya Enggak Ada...

54 Persen Dana Pindah Ibu Kota Pakai APBN, Sri Mulyani: Sebetulnya Enggak Ada...

Whats New
Gelar 2.2 COD Sale, Shopee Berikan Beragam Promo Menarik

Gelar 2.2 COD Sale, Shopee Berikan Beragam Promo Menarik

Whats New
Mau Daftar Shopee Seller Center dengan Mudah? Begini Caranya

Mau Daftar Shopee Seller Center dengan Mudah? Begini Caranya

Whats New
Bangun Ibu Kota Baru 'Nusantara', Pemerintah Janji Hindari Utang Jangka Panjang

Bangun Ibu Kota Baru "Nusantara", Pemerintah Janji Hindari Utang Jangka Panjang

Whats New
Ini Skema Pendanaan Pembangunan Ibu Kota Negara di Kalimantan Timur

Ini Skema Pendanaan Pembangunan Ibu Kota Negara di Kalimantan Timur

Whats New
Tingkatkan Nilai Tambah, Gojek Terintegrasi dengan KRL Commuter Line

Tingkatkan Nilai Tambah, Gojek Terintegrasi dengan KRL Commuter Line

Whats New
Belanja di Indomaret Pakai GoPay Ada Cashback 60 Persen, Ini Caranya

Belanja di Indomaret Pakai GoPay Ada Cashback 60 Persen, Ini Caranya

Spend Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.