Debenhams Buka di Mal St Moritz dan Kemang Village

Kompas.com - 08/02/2011, 14:45 WIB
EditorR Adhi KSP

JAKARTA, KOMPAS.com – PT Lippo Karawaci Tbk, pengembang properti terintegrasi dan operator mal terbesar di Indonesia  Selasa (8/2/11) ini secara resmi bekerja sama dengan PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAP), peritel terbesar di Indonesia. MAP sepakat mengembangkan pusat perbelanjaan St. Moritz di Puri Indah, Jakarta Barat, dan pusat perbelanjaan Kemang Village, mal gaya hidup kelas atas di lingkungan mewah Kemang di Jakarta Selatan.

Lippo Karawaci sepakat mengalokasikan ruang sewa ritel seluas 44.500 meter persegi bagi MAP di dua mal St Moritz dan Kemang Village, termasuk untuk Debenhams, anchor tenant di kedua mal itu.

Berdasarkan kesepakatan ini, MAP akan menempati lebih dari 20 persen dari total area yang disewakan (net leasable area). Debenhams, salah satu merek department store internasional milik MAP akan menempati area ritel masing-masing seluas 17.000 meter persegi di mal St. Moritz dan 17.500 meter persegi di mal Kemang Village.

Raksasa ritel ini juga akan mengisi area seluas 6.500 meter persegi di St. Moritz dan 3.500 meter persegi di Kemanng Village dengan merek-merek terkenal seperti Zara, Next, Marks & Spencer, Kidz Station, Starbucks, Burger King, Domino’s Pizza serta merek lain dalam portofolio MAP.

“Kami sangat antusias menyambut Debenhams di shopping mall kami,” kata Michael Riady, Chief Executive Officer Divisi Retail Malls LPKR. “Masuknya Debenhams menggambarkan keinginan Lippo untuk memperkenalkan merek ritel dan layanan baru ke dalam mal-mal kami, sehingga memberikan lebih banyak pilihan bagi pengunjung. Bergabungnya Debenhams di pusat belanja kami akan membawa pengalaman belanja ke level yang sama sekali baru," kata Michael Riady.

Mal baru St Moritz dan Kemang Village

St. Moritz Shopping Mall adalah bagian dari proyek pengembangan mixed-use St. Moritz senilai USD1,2 miliar yang akan terdiri dari hotel, perkantoran, residensial, rumah sakit, sekolah, klub olahraga, spa, kapel pernikahan, serta heliport. Proyek pengembangan mewah seluas satu juta meter persegi ini berlokasi di Jakarta Barat telah diresmikan Agustus 2008 dan mal direncanakan akan dibuka tahun 2013.

Sementara Kemang Village Mall adalah mal ritel kelas atas yang terdiri dari 6 lantai dengan total net leasable area seluas 56.000 meter persegi ditargetkan akan dibuka tahun 2012. Mal ini merupakan bagian dari Kompleks mixed-use Kemang Village yang juga terdiri dari menara apartemen mewah, lembaga pendidikan dan hotel bintang lima.

Fetty Kwartati, Sekretaris Perusahaan MAP merasa senang dengan adanya perjanjian ini. “Beragamnya specialty brand dan merek global yang dikelola MAP akan melengkapi dan memperkuat Debenhams sebagai anchor di St. Moritz Shopping Mall dan Kemang Village Mall, dan menciptakan pengalaman belanja baru yang menarik bagi para pengunjung mal,” ujar Kwartati.

Mitra Adiperkasa memiliki lebih dari 90 merek global dalam portofolionya yang luas mulai dari fesyen, lifestyle, olah raga, area anak-anak serta makanan dan minuman.

Michael Riady menambahkan, “Kami sangat senang bahwa merek global terkenal seperti Zara dan Marks & Spencer telah mendukung konsep kami untuk menciptakan area mewah yang eksklusif di The St. Moritz, Puri Indah dan Kemang Village.”

Acara penandatangan di Px Pavilion, St. Moritz, Puri Indah pagi ini menandai kesepakatan ritel terbesar di Indonesia di awal tahun 2011. Hal ini merupakan kesepakatan sewa ritel pertama antara dua perusahaan dan diharapkan akan mengembangkan kemitraan lebih lanjut karena kedua perusahaan berkembang dengan agresif dengan memanfaatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kuat.

“Kesepakatan ini adalah agenda besar pertama dalam masa jabatan saya sebagai Chief Executive Officer Divisi Retail Malls LPKR. Hal ini memberikan arti stratejik dan komersial yang besar ketika dua perusahaan besar di industrinya – landlord dan peritel, bersama-sama dalam kemitraan. Sinergi yang tercipta sangat besar dan kami perlu saling mendukung satu sama lain. Saya sangat senang berkerjasama dengan mitra kami di MAP dan berbagi visi yang sama untuk bergerak maju,” kata Riady.

Kesepakatan ini langkah awal untuk mewujudkan komitmen antara Divisi Retail Malls LPKR dan MAP dalam kerja sama yang saling menguntungkan untuk saling mendukung dalam upaya meningkatkan bisnis bersama.

Operator mal terbesar

LPKR merupakan pengembang dan operator mal terbesar di Indonesia, saat ini memiliki dan mengelola 25 mal di seluruh negeri. LPKR memiliki pengalaman dalam mengembangkan dan divestasi mal-mal miliknya ke dalam real estate investment trust (REIT) - Lippo-Mapletree Indonesia Retail Trust (LMIR Trust) yang terdaftar di bursa Singapura, bertujuan untuk memfasilitasi strategi asset-light Perseroan yang memungkinkan Perseroan untuk mendaur ulang modal untuk memperbesar aset mal yang dimiliki, sehingga memungkinkan Perseroan untuk menjalankan strategi pertumbuhannya dengan membangun 15 mal regional baru.

LPKR akan terus memiliki, mengelola, dan mengendalikan badan usaha dan kegiatan operasional divisi Retail Malls LPKR yang memberikan kontribusi terhadap total pendapatan Perseroan. Saat ini, LPKR mengelola delapan mal LMIR Trust di Jabodetabek, Bandung, dan Medan dengan NLA total lebih dari 300.000 meter persegi.

LPKR juga mengelola LMIR Trust dengan total aset yang dikelola sebesar SGD1,1 miliar (USD855 juta). LMIR Trust terdaftar di Bursa Efek Singapura dengan kapitalisasi pasar sebesar USD454 juta. (KSP)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X