Ini 9 Fokus Belanja Kementerian dan Lembaga Negara

Kompas.com - 16/08/2011, 15:44 WIB
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, ketika menyampaikan pidato kenegaraan dalam rangka HUT ke-66 Proklamasi Kemerdekaan RI di depan sidang bersama DPD RI dan DPR RI, Selasa (16/8/2011) di Kompleks Parlemen, Jakarta, meminta agar pimpinan kementerian dan lembaga negara meningkatkan kualitas belanja negara.

Anggaran belanja negara dalam RAPBN 2012 direncanakan mencapai Rp 1.418,5 triliun. Angka ini terdiri dari belanja kementerian dan lembaga, Rp 476,6 triliun, belanja non-kementerian dan lembaga, Rp 477,5 triliun, dan transfer ke daerah, Rp 464,4 triliun. Angka ini dianggarkan dengan tujuan tercapainya strategis sesuai arah kebijakan dan prioritas pembangunan dalam RKP tahun 2012.

Kepala Negara menetapkan sembilan sasaran utama belanja negara agar terwujudnya belanja negara yang ideal. "Pertama, meningkatkan belanja infrastruktur untuk mengatasi sumbatan, keterkaitan dan keterhubungan domestik, ketahanan pangan, ketahanan energi, dan kesejahteraan masyarakat," kata Presiden.

Turut hadir dalam sidang tersebut Wakil Presiden Boediono, jajaran menteri Kabinet Indonesia Bersatu II, pimpinan lembaga tinggi negara, dan lainnya.

Sasaran kedua dan ketiga adalah menuntaskan program reformasi birokrasi, serta meningkatkan program perlindungan sosial, pemberdayaan masyarakat, dan penanggulangan bencana. "Keempat, memperkuat program-program pro-rakyat, melalui langkah-langkah keberpihakan pada penanggulangan kemiskinan dan peningkatan lapangan pekerjaan. Kelima, meningkatkan kualitas belanja negara, melalui pelaksanaan penganggaran berbasis kinerja dan kerangka pengeluaran jangka menengah," kata Presiden.

Sementara itu, sasaran keenam dan ketujuh adalah mempertahankan tingkat kesejahteraan aparatur negara dan meningkatkan kapasitas mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. "Sasaran kedelapan, memenuhi anggaran pendidikan sesuai amanat konstitusi, dan meningkatkan alokasi anggaran untuk riset dan pengembangan kapasitas Sumber Daya Manusia. Dan, kesembilan, memberikan dukungan kepada pelaksanaan kegiatan kerjasama pemerintah-swasta atau Public Private Partnership," kata Presiden.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Pemerintah Dinilai Perlu Cepat Turun Tangan Atasi Kenaikan Harga Avtur

    Pemerintah Dinilai Perlu Cepat Turun Tangan Atasi Kenaikan Harga Avtur

    Whats New
    Ditjen Pajak: Peserta PPS Meningkat Sangat Signifikan dalam 24 Jam

    Ditjen Pajak: Peserta PPS Meningkat Sangat Signifikan dalam 24 Jam

    Whats New
    Emiten Pengelola Lucy in The Sky Ekspansi Gerai di Baru di Cikini

    Emiten Pengelola Lucy in The Sky Ekspansi Gerai di Baru di Cikini

    Whats New
    Begini Langkah INACA untuk Bantu Pemulihan Industri Penerbangan

    Begini Langkah INACA untuk Bantu Pemulihan Industri Penerbangan

    Whats New
    Daftar MyPertamina, Boleh Lebih 1 Kendaraan dalam 1 Akun

    Daftar MyPertamina, Boleh Lebih 1 Kendaraan dalam 1 Akun

    Whats New
    Pertamina: 60 Persen Orang Kaya Nikmati BBM Subsidi

    Pertamina: 60 Persen Orang Kaya Nikmati BBM Subsidi

    Whats New
    INACA Ungkap Tantangan yang Dihadapi Maskapai Penerbangan Saat Ini, Apa Saja?

    INACA Ungkap Tantangan yang Dihadapi Maskapai Penerbangan Saat Ini, Apa Saja?

    Whats New
    Simak 3 Tips agar UMKM Tembus Pasar Global

    Simak 3 Tips agar UMKM Tembus Pasar Global

    Work Smart
    Pemerintah Diminta Beri Insentif buat Produk Keuangan 'Hijau', Ini Alasannya

    Pemerintah Diminta Beri Insentif buat Produk Keuangan "Hijau", Ini Alasannya

    Whats New
    Daripada Impor Daging dari India, Peternak Minta Bulog Serap Sapi dan Kerbau Mereka yang Bebas PMK

    Daripada Impor Daging dari India, Peternak Minta Bulog Serap Sapi dan Kerbau Mereka yang Bebas PMK

    Whats New
    BERITA FOTO: Pandemi Mereda, 'Angin Segar' Bisnis Kuliner

    BERITA FOTO: Pandemi Mereda, "Angin Segar" Bisnis Kuliner

    Whats New
    Pemotor Tak Perlu Daftar MyPertamina saat Beli Pertalite

    Pemotor Tak Perlu Daftar MyPertamina saat Beli Pertalite

    Whats New
    Digiserve by Telkom Indonesia Tunjuk Adil Siagian sebagai Direktur Sales dan Operation

    Digiserve by Telkom Indonesia Tunjuk Adil Siagian sebagai Direktur Sales dan Operation

    Whats New
    Gotrade Sudah Legal di Indonesia, Saham Emiten Ternama Negeri Paman Sam Kini Bisa Dibeli mulai dari 1 Dollar AS

    Gotrade Sudah Legal di Indonesia, Saham Emiten Ternama Negeri Paman Sam Kini Bisa Dibeli mulai dari 1 Dollar AS

    BrandzView
    MRT Fatmawati-TMII Dibangun Tahun Depan, Panjang 12 Km dan Lewati 10 Stasiun

    MRT Fatmawati-TMII Dibangun Tahun Depan, Panjang 12 Km dan Lewati 10 Stasiun

    Whats New
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.