Pemerintah Tambah Kuota BBM Bersubsidi

Kompas.com - 15/12/2011, 16:51 WIB
|
EditorMarcus Suprihadi

JAKARTA, KOMPAS.com- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral akan menambah volume BBM bersubsidi untuk tahun 2011. Hal ini untuk menjamin keamanan pasokan bahan bakar bersubsidi sesuai kebutuhan masyarakat.

"Dari pemerintah, kita tidak akan menghalangi kebutuhan masyarakat, tapi kita akan liat langkah selanjutnya," kata Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Evita H Legowo, Kamis (15/12/2011), di Jakarta.

"Kami akan tetap memenuhi kebutuhan masyarakat. Seandainya memang butuh tambahan, maka kami akan carikan," ujarnya.

Pihaknya melihat penambahan kuota itu dimungkinkan dalam aturan yang ada yakni Undang Undang tentang APBN.  "Kami sedang memikirkan, apakah perlu maju ke DPR atau tidak," ujarnya. Pemerintah memperkirakan, kelebihan kuota berkisar 500.000-1 juta kilo liter.

Dalam APBN Perubahan 2011, kuota BBM bersubsidi ditetapkan 40,49 juta kl. Namun pembayaran atas kelebihan kuota itu ke PT Pertamina harus sesuai audit BPK. "Jadi akan diaudit sesuai dengan kuota di APBN 2011. Kalau ada kelebihan, nanti akan diaudit lagi," ujarnya menambahkan.  

"Ada tiga penyebab pembengkakan subsidi BBM yaitu, ICP (harga rata-rata minyak mentah Indonesia), selisih kurs, dan volume," kata dia. Sebagai contoh, asumsi ICP dalam APBN-P 2011 sebesar 95 dollar AS per barrel. Ternyata ICP tahun 2011 telah menembus angka 111 dollar AS per barrel.

Anggota Komisi VII DPR RI Bobby Adhityo Rizaldi, menyatakan, pihaknya menolak rencana pemerintah menambah subsidi BBM karena kelebihan kuota BBM bersubsidi. "Kalau untuk penambahan volume BBM bersubsidi tahun 2011, silakan pemerintah mencari tambahan anggaran lain, misalnya dari SAL (sisa anggaran lain)," ujarnya.

Kelebihan kuota ini sebenarnya karena pemerintah tidak mampu mengawasi distribusi BBM bersubsidi sehingga terjadi kebocoran dan tidak mampu mengefisienkan biaya pokok produksinya. "Pemerintah hanya cari cara mudah dengan alasan tidak mau membebani masyarakat, tetapi sebenarnya hanya karena aparatnya tidak kompeten," kata dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rincian Terbaru Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian

Rincian Terbaru Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian

Spend Smart
Kemnaker Harap ACRF Buat Ketenagakerjaan ASEAN Lepas dari Dampak Buruk Covid-19

Kemnaker Harap ACRF Buat Ketenagakerjaan ASEAN Lepas dari Dampak Buruk Covid-19

Whats New
BUMN Ini Buka Rekrutmen Pegawai, Simak Posisi dan Syaratnya

BUMN Ini Buka Rekrutmen Pegawai, Simak Posisi dan Syaratnya

Whats New
Covid-19 dan Libur Panjang Pengaruhi IHSG, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Covid-19 dan Libur Panjang Pengaruhi IHSG, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Whats New
Indonesia Kaya Bahan Baku, Luhut: Selama Ini Kita Hanya Gali-gali dan Ekspor...

Indonesia Kaya Bahan Baku, Luhut: Selama Ini Kita Hanya Gali-gali dan Ekspor...

Whats New
Panduan Cek Penerima BPUM UMKM BRI via Eform

Panduan Cek Penerima BPUM UMKM BRI via Eform

Whats New
Saat Sri Mulyani Mengaku Pernah Dapat Rapor Merah Kala Sekolah...

Saat Sri Mulyani Mengaku Pernah Dapat Rapor Merah Kala Sekolah...

Whats New
Pemerintah Putuskan Upah Minimum Tahun Depan Tidak Naik!

Pemerintah Putuskan Upah Minimum Tahun Depan Tidak Naik!

Whats New
Reksadana Terproteksi Masih Diminati Investor, Ini Sebabnya

Reksadana Terproteksi Masih Diminati Investor, Ini Sebabnya

Earn Smart
[POPULER MONEY]  Cara Dapat BLT UMKM bila Tempat Usaha Beda dengan Alamat KTP | Penjelasan BCA soal Deposito Hangus

[POPULER MONEY] Cara Dapat BLT UMKM bila Tempat Usaha Beda dengan Alamat KTP | Penjelasan BCA soal Deposito Hangus

Whats New
Memaknai Sumpah Pemuda dari Spirit Kewirausahaan

Memaknai Sumpah Pemuda dari Spirit Kewirausahaan

Smartpreneur
Dorong Pembangunan Ekonomi, Nuklir Bisa Dimanfaatkan untuk Pertanian

Dorong Pembangunan Ekonomi, Nuklir Bisa Dimanfaatkan untuk Pertanian

Whats New
Kronologi Nasabah BCA yang Mengaku Depositonya Hangus Setelah 32 Tahun

Kronologi Nasabah BCA yang Mengaku Depositonya Hangus Setelah 32 Tahun

Whats New
Akumindo: Ada 30an Juta UMKM Rontok Selama Pandemi karena Tak Mau Beralih ke Digital

Akumindo: Ada 30an Juta UMKM Rontok Selama Pandemi karena Tak Mau Beralih ke Digital

Whats New
Laba Bersih Astra Turun 12 Persen, Jadi Rp 14 Triliun

Laba Bersih Astra Turun 12 Persen, Jadi Rp 14 Triliun

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X