Kompas.com - 31/12/2012, 10:35 WIB
EditorMarcus Suprihadi

Kalau jalan tol itu dilepas, apakah bisa dikatakan keputusan masuk di jalan tol dulu keliru?

Tidak sama sekali. Putusan itu tidak keliru sebab investasi jalan tol adalah putusan yang tepat pada era itu. Kini, karena kami ingin konsentrasi di properti, atau sebutlah memusatkan perhatian penuh pada bisnis inti, bisnis jalan tol itu kami lepas.

Kini, proyek Sentul Nirwana, misalnya, kami desain menjadi sebuah kota baru. Pada tahap pertama, kami akan mengembangkan area seluas 250 hektar. Kami desain agar cocok bagi kelas menengah hingga kelas atas. Proyek ini akan jadi cakep banget karena ke depan banyak fasilitas strategis, infrastruktur-infrastruktur kunci akan berada pula di sekitarnya. Jadi, masa depan proyek ini sangat bagus.

Sehubungan dengan pemasaran proyek baru ini tahun 2013, kami sangat optimistis berjalan lancar. Pasar pasti akan menyerap dengan antusias karena kami buat dengan rancangan yang amat menarik. Bukan beriklan, alam di Sentul Nirwana pun bukan main eloknya. Anda menyesal kalau tidak pernah ke sana. Di sana, kami di antaranya akan bangun apartemen sedikit lantai, misalnya lima sampai sepuluh lantai. Menurut riset kecil yang kami lakukan, pasar terkesan menerima produk seperti ini. Sejauh ini, kami selalu menggunakan data lapangan yang faktual.

Adapun proyek di Epicentrum, Rasuna Said, sekarang sisa lebih kurang 10 hektar. Luasan ini hampir sama ukurannya dengan beberapa proyek besar pengembang lain di pusat kota Jakarta. Dengan luas 10 hektar, kami masih akan membangun sejumlah gedung beberapa tahun ini. Model bisnis di kawasan ini hampir sama dengan di Mega Kuningan. Ada jalan yang mengitari gedung-gedung perkantoran, pusat hunian, sentra bisnis, dan pusat belanja tersebut.

Ke dalam perusahaan, apa yang Anda lakukan, misalnya dengan staf?

Saya ajak mereka berbicara untuk menaikkan kinerja. Saya beri tantangan yang riil. Akan tetapi tidak sekadar begitu, saya beri persuasi, saya dorong dan beri mereka kesempatan yang sama besar agar mereka benar-benar berprestasi optimal. Di samping itu, saya sederhanakan visi biar konsentrasi tidak banyak. Saya sederhanakan misi, yang intinya bisa memuaskan para pemangku kepentingan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam setiap pertemuan, saya ajak para staf untuk ikut menyampaikan pendapatnya, tiap orang mesti ikut berbicara, sehingga keputusan yang diambil hasil dari pikiran yang matang. Kami usahakan selalu berembuk

Bagaimana dengan penanganan SDM?

Saya setuju dengan pandangan bahwa untuk maju jauh ke depan, SDM harus siap. Sama-sama mempunyai visi dan misi yang sama untuk melonjakkan prestasi perusahaan. Sama-sama mempunyai kepentingan untuk berkarya menghasilkan karya monumental. Ini memang mudah diomongkan, tetapi sebetulnya sangat tidak mudah dijalankan. Tetapi, kami berkeras berubah menjadi lebih baik dan lebih baik lagi.

Apa kegiatan selain bisnis?

 

Olahraga, membaca, diskusi. Saya juga suka di rumah. Rumah tempat saya menemukan semua hal yang inspiratif, menyenangkan, dan penuh damai. Bercengkerama dengan keluarga adalah saat-saat yang sangat membahagiakan.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.