Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Berawal dari Ingin Melakukan Sesuatu untuk Negeri

Kompas.com - 11/02/2013, 15:52 WIB
Riana Afifah

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Program Pengajar Muda yang dimiliki Gerakan Indonesia Mengajar ternyata mengetuk kalangan pekerja profesional untuk berkontribusi demi kemajuan pendidikan Indonesia. Namun karena tidak mungkin meninggalkan pekerjaan, Gerakan Indonesia Mengajar menyelenggarakan Kelas Inspirasi selama satu hari saja.

Ketua Yayasan Gerakan Indonesia Mengajar, Anies Baswedan, mengatakan bahwa kegiatan ini bermula dari rekan-rekan profesional yang ingin terlibat seperti layaknya para pengajar muda yang terjun langsung ke daerah pelosok untuk berbagi ilmu dan mengabdi.

"Mulainya dari permintaan teman-teman yang bertanya kapan bisa seperti para pengajar muda itu. Mereka bilang kami ingin melakukan sesuatu untuk negeri ini," kata Anies di Auditorium Gedung Indosat, Jakarta, Sabtu (9/2/2013).

Melihat antusiasme yang cukup besar ini, muncul gagasan untuk membuat Kelas Inspirasi yang kemudian berjalan untuk langsung berbuat tidak hanya sekadar berpikir dan ide saja. Kelas Inspirasi bisa diikuti oleh siapa saja yang sudah bekerja di bidang tertentu setidaknya selama dua tahun.

"Kalau seperti pengajar muda kan sulit karena mereka sudah bekerja. Dengan Kelas Inspirasi ini menarik minat mereka sekali karena cukup meluangkan waktu sehari," ujar Anies.

"Tapi bukan kemudian sehari selesai. Saya percaya setelah hari itu, orang-orang ini akan kembali lagi untuk terus berkontribusi karena pengalaman yang membekas di hati akan sulit hilang," imbuhnya.

Pada tahun ini, sebanyak 599 relawan pengajar dari berbagai latar belakang profesi akan disebar ke 58 SD negeri di DKI Jakarta untuk berbagi ilmu seputar profesi mereka. Kegiatan yang hanya sehari ini akan diselenggarakan pada tanggal 20 Februari. Sementara sebelumnya dilakukan pembekalan dan pembagian kelompok.

"Pembekalan ini penting untuk tips agar siap. Orang-orang ini tidak masalah presentasi di depan pimpinan perusahaan. Tapi jangan salah menghadapi anak SD bagi mereka justru membuat mereka nervous," ujar Anies.

Pembagian kelompok sendiri dilakukan oleh panitia dengan hitungan masing-masing kelompok memiliki 10 anggota dengan profesi yang berbeda. Kemudian pada hari Kelas Inspirasi, tiap anggota ini akan bergantian ke ruang kelas berjumpa dengan siswa untuk berbagi mimpi dan memberi semangat pada mereka.

"Profesinya memang harus berbeda. Tidak bisa satu kelompok misalnya akuntan semua," ungkap Anies.

Dari daftar yang dimiliki oleh penyelenggara Kelas Inspiratif, beberapa nama terkenal ikut serta dalam kegiatan ini seperti musisi Jubing Kristianto, mantan Putri Indonesia Zivanna Letisha, penulis buku best-seller Negeri Lima Menara Ahmad Fuadi, penulis Fira Basuki dan CEO Kompas Gramedia Agung Adiprasetyo.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang
    Video rekomendasi
    Video lainnya


    Terkini Lainnya

    Penggunaan Gas Domestik Didominasi Industri, Paling Banyak Industri Pupuk

    Penggunaan Gas Domestik Didominasi Industri, Paling Banyak Industri Pupuk

    Whats New
    Bank Muamalat Buka Lowongan Kerja hingga 31 Mei 2024, Cek Posisi dan Syaratnya

    Bank Muamalat Buka Lowongan Kerja hingga 31 Mei 2024, Cek Posisi dan Syaratnya

    Work Smart
    Libur Panjang, Angkasa Pura II Proyeksikan Penumpang Capai 1 Juta Orang

    Libur Panjang, Angkasa Pura II Proyeksikan Penumpang Capai 1 Juta Orang

    Whats New
    Percepat Peluncuran Produk untuk Perusahaan Teknologi, XpandEast Terapkan Strategi Pengurangan Time-to-Market

    Percepat Peluncuran Produk untuk Perusahaan Teknologi, XpandEast Terapkan Strategi Pengurangan Time-to-Market

    Whats New
    Pasar Kripto Berpotensi 'Rebound', Simak Prospek Jangka Panjangnya

    Pasar Kripto Berpotensi "Rebound", Simak Prospek Jangka Panjangnya

    Earn Smart
    Asosiasi 'Fintech Lending' Buka Suara Soal Pencabutan Izin Usaha TaniFund

    Asosiasi "Fintech Lending" Buka Suara Soal Pencabutan Izin Usaha TaniFund

    Whats New
    Pihak Minimarket Diminta Ikut Tanggung Jawab Keamanan Parkir, Asosiasi: Kami Sudah Pasang CCTV dan Beri Peringatan

    Pihak Minimarket Diminta Ikut Tanggung Jawab Keamanan Parkir, Asosiasi: Kami Sudah Pasang CCTV dan Beri Peringatan

    Whats New
    Pasar Kripto 'Sideways', Simak Tips 'Trading' untuk Pemula

    Pasar Kripto "Sideways", Simak Tips "Trading" untuk Pemula

    Earn Smart
    Sederet Langkah Kemenhub Pasca Kasus Kekerasan di STIP Jakarta

    Sederet Langkah Kemenhub Pasca Kasus Kekerasan di STIP Jakarta

    Whats New
    Harga Emas Terbaru 10 Mei 2024 di Pegadaian

    Harga Emas Terbaru 10 Mei 2024 di Pegadaian

    Spend Smart
    Harga Emas Antam: Detail Harga Terbaru Pada Jumat 10 Mei 2024

    Harga Emas Antam: Detail Harga Terbaru Pada Jumat 10 Mei 2024

    Spend Smart
    Gandeng BUMDes, Anak Usaha SMGR Kembangkan Program Pengelolaan Sampah

    Gandeng BUMDes, Anak Usaha SMGR Kembangkan Program Pengelolaan Sampah

    Whats New
    Daftar 27 Bandara Baru yang Dibangun Selama Pemerintahan Presiden Jokowi

    Daftar 27 Bandara Baru yang Dibangun Selama Pemerintahan Presiden Jokowi

    Whats New
    Harga Bahan Pokok Jumat 10 Mei 2024, Harga Ikan Kembung Naik

    Harga Bahan Pokok Jumat 10 Mei 2024, Harga Ikan Kembung Naik

    Whats New
    Ini Program Pertagas yang Dinilai Dapat Menggerakkan Perekonomian Masyarakat Desa

    Ini Program Pertagas yang Dinilai Dapat Menggerakkan Perekonomian Masyarakat Desa

    Whats New
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    komentar di artikel lainnya
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Close Ads
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com