Perbankan China Krisis Likuiditas, Bursa Shanghai Anjlok 5,3 Persen

Kompas.com - 24/06/2013, 15:08 WIB
Shanghai Stock Exchange BloombergShanghai Stock Exchange
EditorBambang Priyo Jatmiko


SHANGHAI, KOMPAS.com
- Bursa Shanghai ditutup terjun bebas hingga 5,3 persen pada sore ini, Senin (24/6/2013), lantaran Pemerintah China menolak untuk menyuntikkan dana ke pasar finansial guna membantu perbankan negara tersebut yang saat ini mengalami kekeringan likuiditas.

Indeks Shanghai kehilangan hingga 109.85 poin dan berakhir di posisi 1.963,24, dan kondisi tersebut membuat indeks di bursa ini terendah sejak 31 Agustus 2009.

Saham-saham perbankan China anjlok. Sebagaimana China Minsheng Banking Corp. dan Ping An Bank Co., yang mencatat penurunan harga saham hingga 10 persen, sedangkan indeks sektor perbankan "menyelam" hingga 7,6 persen.

Hal itu terjadi setelah bank sentral China menyatakan bahwa perbankan di negara tersebut harus bisa mengontrol penyaluran kreditnya.

"Yang saat ini menimbulkan kekhawatiran pasar adalah pemerintah China memang benar-benar melakukan reformasi di industri keuangan. Akibatnya, lembaga keuangan skala kecil kemungkinan akan tidak bisa bisa bertahan," ujar Daphne Roth, ekonom ABN Amro Private Bank, yang berbasis di Singapura.

Menurutnya, langkah yang diambil pemerintah China untuk menata industri keuangannya memiliki dampak bagus untuk jangka panjang. Akan tetapi dalam jangka pendek, hal itu akan membuat pasar bergejolak.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X