Dahlan: Pilihan Terakhir, Merpati Digabung ke Garuda Indonesia

Kompas.com - 12/11/2013, 19:20 WIB
Ilustrasi: Pesawat Merpati Nusantara Airlines diparkir bersebelahan dengan pesawat Garuda Indonesia di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang, Sumsel.
HENDRA A SETYAWANIlustrasi: Pesawat Merpati Nusantara Airlines diparkir bersebelahan dengan pesawat Garuda Indonesia di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang, Sumsel.
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menyampaikan, jika restrukturisasi PT Merpati Nusantara Airlines gagal, maskapai tersebut akan digabung (merger) dengan PT Garuda Indonesia Airlines (GIAA).

Langkah itu ditempuh jika setelah sebagian utang Merpati dikonversi jadi saham, tak ada satu pun investor yang tertarik menanamkan modal di maskapai pelat merah itu.

“Misalnya tidak dapat partner, tapi bukunya sudah bersih, digabungkan ke Garuda pun masih oke, dan tidak membebani Garuda karena utangnya sudah dibersihkan,” kata Dahlan ditemui usai rapat koordinasi di kantor Kemenko, Jakarta, Selasa (12/11/2013).

Kendati demikian, Dahlan mengatakan prioritas pemerintah saat ini adalah untuk menyepakati konversi utang ke saham. Di sisi lain, direksi Merpati juga harus serius merancang business plan dan giat menarik investor.

Dahlan juga menyampaikan, dalam rencana bisnis (business plan) tersebut, direksi Merpati harus menyertakan daftar calon investor atau mitra kerja yang bakal kembali menjalankan maskapai pelat merah tersebut.

Pemerintah menargetkan waktu 1 bulan kepada direksi Merpati untuk merampungkan business plan-nya. Selama ini, kata Dahlan, Merpati kesulitan untuk menggandeng mitra baru lantaran hutang yang teramat besar.

Dengan restu pemerintah untuk mengkonversi sebagian hutang menjadi saham, Merpati bisa lebih mudah mencari pemodal.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X