Pemerintah Klaim Realokasi Subsidi Pupuk Bukan Tindakan Gegabah

Kompas.com - 17/02/2014, 20:32 WIB
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah menegaskan tidak mencabut subsidi pupuk, tetapi hanya merealokasikan anggarannya dari semula pupuk organik menjadi pupuk anorganik.

Menko Bidang Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan, penggantian pupuk organik dengan pupuk anorganik jenis urea disebabkan produktivitas pupuk organik dirasa kurang. Hatta pun percaya kepada yang mengusulkan realokasi anggaran bahwa penggunaan pupuk urea tidak akan membuat tanaman dan tanah menjadi rusak.

"Saya tidak tahu teknis. Saya percaya pada ahlinya. Kalau ada usulan itu (penggunaan urea), tentu tidak gegabah mengusulkannya," terang Hatta di kantornya, Jakarta, Senin (17/2/2014).

Sebelumnya diberitakan, realokasi subsidi pupuk ini dapat menekan anggaran pemerintah hingga 50 persen. Mengenai hal itu, Hatta menanggapi urusan anggaran seharusnya tidak menjadi dasar untuk menghambat ketahanan pangan.

"Jangan berspekulasi dengan pupuk benih dan lain-lain, karena itu menyangkut ketahanan pangan kita. Saya kira pertimbangannya tidak begitu (anggaran)," tukasnya.

Sebelumnya, ditemui di kompleks parlemen, Senayan, Selasa (11/2/2014), anggota Komisi IV DPR Wan Abubakar mengatakan, pengurangan subsidi pupuk organik dapat menghemat anggaran subsidi pemerintah hingga 50 persen.

"Pengurangan subsidi organik penghematannya 50 persen dari anggaran subsidi pupuk," kata anggota Komisi IV DPR RI itu.

Meski subsidi pupuk organik dikurangi, tetapi DPR berencana akan merealokasi anggarannya ke pupuk anorganik. Wan mengakui, meski ada penghematan, sebenarnya penggunaan pupuk anorganik bisa merusak tanaman, dan membuat tanah semakin tandus.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.