Sepi Sentimen, Wall Street Berakhir Lebih Rendah

Kompas.com - 12/03/2014, 07:17 WIB
EditorErlangga Djumena

NEW YORK, KOMPAS.com -Saham-saham di Wall Street berakhir lebih rendah pada Selasa (11/3/2014) waktu setempat (Rabu pagi WIB). Pasar masih menunggu sentimen positif.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 67,43 poin (0,41 persen) pada 16.351,25. Indeks berbasis luas S&P 500 terkoreksi 9,54 poin (0,51 persen) ke posisi 1.867,63, sedangkan indeks komposit teknologi Nasdaq kehilangan 27,26 poin (0,63 persen) menjadi 4.307,19.

William Lynch, direktur investasi pada Hinsdale Associates, mengatakan, para investor masih dalam posisi menunggu karena sepinya berita ekonomi utama pada Selasa.

"Investor benar-benar tidak memiliki pegangan tentang apakah ekonomi ini semakin kuat atau lemah dan bagaimana hal itu kemungkinan mempengaruhi laba kuartal pertama. Investor dalam posisi wait and see," kata Lynch.

Peter Cardillo, kepala ekonom pasar di Rockwell Global Capital, mengatakan, pasar lebih rendah karena tidak adanya katalis untuk mengangkat saham dan menyalip "resistensi psikologis" ke rekor baru.

General Motors merosot 5,2 persen karena sebuah komite kongres mengumumkan akan mengadakan dengar pendapat tentang penarikan sekitar 1,6 juta mobil menyusul masalah pengapian yang telah dikaitkan dengan 13 kematian.

Berita bahwa Men's Wearhouse akan mengakuisisi perusahaan pengecer saingannya Jos A. Bank Clothiers senilai 65 dollar AS per saham atau 1,8 miliar dollar AS, telah mengangkat kedua saham tersebut. Men's Wearhouse melonjak 4,7 persen menjadi 54,17 dollar AS, sedangkan Jos A. Bank naik 3,9 persen menjadi 64,22 dollar AS.

Komponen Dow, DuPont, memperingatkan bahwa hasil kuartal pertamanya dapat dirusak oleh cuaca dingin panjang di Amerika Utara dan gangguan bisnis di Ukraina. Sahamnya turun 2,0 persen.

Komponen Dow lainnya, Chevron, tergelincir 1,2 persen setelah memangkas target produksi minyak dan gas jangka menengah dari 3,3 juta barel minyak dan gas per hari menjadi 3,1 juta.

Saham JC Penney naik 3,0 persen setelah Citigroup memberikan kepercayaan kepada pengecer yang kesulitan tersebut, meningkatkan peringkat sahamnya dalam mengantisipasi bahwa perubahan arahnya akan menyebabkan penjualan lebih tinggi.

Saham perbankan mengalami hari yang buruk, termasuk Citigroup turun 2,3 persen, JPMorgan Chase merosot 1,7 persen dan Goldman Sachs melemah 2,1 persen. McDonald melesat 3,8 persen lebih tinggi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP/ANTARA
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sentimen Inflasi Tidak Bertahan Lama, Wall Street Ditutup Variatif

Sentimen Inflasi Tidak Bertahan Lama, Wall Street Ditutup Variatif

Whats New
Kabupaten Lamongan Proyeksikan Pendapatan Daerah Rp 3,82 Triliun

Kabupaten Lamongan Proyeksikan Pendapatan Daerah Rp 3,82 Triliun

Whats New
Permintaan Alat Berat United Tractors Meningkat Dua Kali Lipat Imbas Peningkatan Produksi Batu Bara

Permintaan Alat Berat United Tractors Meningkat Dua Kali Lipat Imbas Peningkatan Produksi Batu Bara

Whats New
Citi Indonesia: Kami Belum Berlakukan HAKI sebagai Jaminan Utang

Citi Indonesia: Kami Belum Berlakukan HAKI sebagai Jaminan Utang

Whats New
A.S. Watson Group Janji Buka 200.000 Lowongan Kerja untuk Anak Muda Pada 2030

A.S. Watson Group Janji Buka 200.000 Lowongan Kerja untuk Anak Muda Pada 2030

Whats New
Lowongan Kerja Angkasa Pura Solusi Integra untuk Lulusan SMA, Simak Posisi dan Syaratnya

Lowongan Kerja Angkasa Pura Solusi Integra untuk Lulusan SMA, Simak Posisi dan Syaratnya

Whats New
Kominfo: Batas Akhir Penghentian Siaran TV Analog Tetap 2 November 2022

Kominfo: Batas Akhir Penghentian Siaran TV Analog Tetap 2 November 2022

Whats New
Diskon Pajak Mobil dan Rumah Berakhir September 2022, Bakal Diperpanjang?

Diskon Pajak Mobil dan Rumah Berakhir September 2022, Bakal Diperpanjang?

Whats New
[POPULER MONEY] Ratusan Guru PPPK Kaget Lokasi Penempatan Tak Sesuai | Dana IKN Nusantara Belum cair

[POPULER MONEY] Ratusan Guru PPPK Kaget Lokasi Penempatan Tak Sesuai | Dana IKN Nusantara Belum cair

Whats New
Pasang Panel Surya di Medan, APL Yakin Bisa Kurangi 63,5 Ton Karbon Emisi Per Tahun

Pasang Panel Surya di Medan, APL Yakin Bisa Kurangi 63,5 Ton Karbon Emisi Per Tahun

Whats New
Perkuat Bisnis, Farmasi Digital Lifepack Dapat Suntikan Dana Rp 103,3 Miliar

Perkuat Bisnis, Farmasi Digital Lifepack Dapat Suntikan Dana Rp 103,3 Miliar

Whats New
Tingkatkan Riset di Perguruan Tinggi, Pemerintah Gelontorkan Rp 2,15 Triliun

Tingkatkan Riset di Perguruan Tinggi, Pemerintah Gelontorkan Rp 2,15 Triliun

Whats New
RI dan Arab Saudi Teken Kesepakatan Sistem Penempatan Satu Kanal PMI

RI dan Arab Saudi Teken Kesepakatan Sistem Penempatan Satu Kanal PMI

Whats New
Citi Indonesia Perkirakan BI akan Naikkan Suku Bunga Acuan 0,5 Persen Sampai Akhir Tahun

Citi Indonesia Perkirakan BI akan Naikkan Suku Bunga Acuan 0,5 Persen Sampai Akhir Tahun

Whats New
Kemenperin: Kinerja Industri Kaca Nasional Terus Tumbuh Setiap Tahunnya

Kemenperin: Kinerja Industri Kaca Nasional Terus Tumbuh Setiap Tahunnya

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.