Hadapi Serbuan Pekerja Asing, Industri Plastik Terapkan Sertifikasi

Kompas.com - 16/04/2014, 21:11 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Asosiasi Industri Aromatik, Olefin, dan Plastik (INAplas) akan melakukan sertifikasi bagi pekerja yang akan bekerja di sektor ini. Kebijakan tersebut dilakukan untuk melindungi para pekerja di industri plastik dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) tahun 2015.  Saat MEA terwujud, tenaga kerja dari negara-negara ASEAN bisa masuk ke Indonesia.

"Itu yang ditakutkan pekerja. Mereka akan masuk, mungkin lebih pintar, tapi gajinya tidak jauh beda. Kita menguji mereka, kita sediakan sertifikat," ujar Budi Susanto Sadiman, Wakil Ketua Umum Pengembangan Bisnis INAplas, di Jakarta, Rabu (16/4/2014).

Budi menjelaskan, pekerja yang gagal dalam tes tersebut, tidak diperbolehkan bekerja di industri ini. Menurutnya, hal tersebut merupakan usaha untuk melindungi para pekerja.

"Jadi kalau mereka tes dan tidak lolos, mereka tidak bisa kerja di industri ini. Kalau lolos baru bisa. Itu bentuk perlindungan kita," katanya.

Saat ini, industri plastik Indonesia menyerap tenaga kerja hingga 81.000 karyawan di seluruh Indonesia dengan 200 industri plastik yang terdaftar.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X