Praktik Gadai Emas, OJK Akan Kembali Panggil Bank Mega Syariah

Kompas.com - 09/05/2014, 17:25 WIB
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan kembali memanggil manajemen Bank Mega Syariah pada Senin, (11/5/2014) terkait dengan kasus gadai emas.

Sebelumnya, OJK telah memanggil pihak Bank Mega Syariah, kemarin. "Dari penjelasan Bank Mega Syariah itu kan oknum. Kalau tidak salah Senin ini Bank Mega Syariah akan dipanggi Pak Edy (Ketua Departemen Perbankan Syariah OJK Edy Setiyadi)," kata Deputi Komisioner OJK Mulya Siregar di Jakarta, Jumat (9/5/2014).

Menurut Mulya, saat ini OJk tengah menyelidiki kebenaran pernyataan Bank Mega Syariah tentang oknum yang menjalankan gadai emas tersebut dan keterkaitannya dengan Golden Traders Indonesia Syariah (GTIS) dan Gold Bullion Indonesia (GBI).

Mulya mengaku OJK tengah mengkaji apakah regulasi yang perlu direvisi maupun pengawasan yaang perlu ditingkatkan. Saat ini, lanjutnya, hal terpenting adalah mengkaji hal tersebut. "Logikanya tidak bisa terjadi karena dari ketentuan transaksi sudah dibatasi Rp 250 juta, tapi ternyata miliaran. Gimana caranya itu? Pada waktu yang lalu sudah tidak ada kerjasama dengan GTIS dan GBI itu. Makanya saya kaget," ujar Mulya.

Sebelumnya diberitakan, kasus money game berkedok investasi emas Golden Traders Indonesia Syariah (GTIS) dan Gold Bullion Indonesia (GBI) turut menyeret Mega Syariah. Menurut seorang nasabah, dia dibujuk oleh karyawan Mega Syariah, bernama Fresiyanto Novendi yang juga berperan sebagai agen marketing GTIS dan GBI.

Fresiyanto merayu nasabah ini agar mau membeli emas dengan skema fisik di GTIS dan GBI. Sebagai pemanis, Mega Syariah mengucurkan pembiayaan 60 persen dari harga pembelian emas GTIS dan GBI. Belakangan, masalah muncul ketika pembayaran bonus dari GTIS dan GBI macet.

Saat jatuh tempo, nasabah tak bisa menebus emas, Mega Syariah lantas melelangnya. Hampir 100 persen dana hasil lelang dikuasai Mega Syariah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.