Kompas.com - 24/08/2014, 15:28 WIB
Karya dari sedikitnya seratus komikus Indonesia dipamerkan dalam acara Festival Komik Nasional 2012 di Jogja National Museum, Wirobrajan, Yogyakarta, Jumat (28/12/2012). Kegiatan ini untuk memberikan wawasan kepada masyarakat tentang perkembangan komik Indonesia yang kini telah memasuki era digital dan semakin banyak digunakan di dunia pendidikan.
KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKOKarya dari sedikitnya seratus komikus Indonesia dipamerkan dalam acara Festival Komik Nasional 2012 di Jogja National Museum, Wirobrajan, Yogyakarta, Jumat (28/12/2012). Kegiatan ini untuk memberikan wawasan kepada masyarakat tentang perkembangan komik Indonesia yang kini telah memasuki era digital dan semakin banyak digunakan di dunia pendidikan.
EditorSandro Gatra

Salah seorang di antara mereka adalah Tika Maniar, yang lulus dari Program Studi Seni Rupa Universitas Negeri Jakarta pada 2009. Bersama suaminya, dia memilih bekerja menciptakan logo-logo untuk perusahaan internasional dari seluruh penjuru negeri. Berpuluh karya pasangan suami-istri muda itu digunakan oleh perusahaan-perusahaan internasional yang berproduksi dalam segala macam barang dan jasa.

Dengan cara kerja semacam itulah, keduanya ikut dalam menyumbang lahirnya para pekerja ekonomi kreatif di Tanah Air. Merekalah generasi pekerja ekonomi kreatif yang sangat diharapkan oleh para pemimpin di negeri ini.

Dukungan terhadap bangkitnya ekonomi kreatif di Tanah Air pernah dicanangkan tahun lalu dalam kegiatan promosi yang dikemas lewat program Indonesia Creative Power (ICP). Kegiatan yang berlangsung di Epiwalk, Jakarta itu mengusung tema "Yang Kreatif, Yang Berdaya Saing".

Acara ini dimaksudkan menjadi ajang kreatif terbesar dengan hadirnya para pelaku kreatif yang berbicara dan berbagi wawasan serta pengetahuan untuk memberikan inspirasi ide kreatif bagi masyarakat luas.

Kegiatan itu juga merupakan bentuk nyata dari dukungan pemerintah terhadap ekonomi kreatif. Melalui kegiatan ini, masyarakat diberikan ruang untuk mengekspresikan karya kreatifnya.

Ekonomi kreatif sangat penting bagi Indonesia dan dunia karena perkembangannya yang pesat. Menurut penelitian terbaru UNESCO dan UNDP, bukan hanya dampak yang besar terhadap pendapatan, penciptaan lapangan kerja, dan nilai ekspor, ekonomi kreatif juga berkontribusi penting terhadap kesejahteraan dan pembangunan berkelanjutan.

Dalam kesempatan itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu mengharapkan masyarakat dapat melihat dan merasakan langsung kemajuan konkret dari ekonomi kreatif Indonesia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pertumbuhan yang cukup signifikan dari sektor industri kreatif, tentunya menjadi pendorong yang menggembirakan bagi pemerintah untuk terus memberikan dukungan.

Angka sementara pencapaian ekonomi kreatif 2013 (data BPS, statistik ekonomi kreatif 2013) menyatakan sektor ini pertumbuhannya mencapai 5,76 persen, di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,74 persen. Kontribusi ekonomi kreatif terhadap PDB Indonesia mencapai Rp 642 triliun, atau 7 persen dari angka nasional.

Sub-sektor ekonomi kreatif yang memberikan sumbangan yang terbesar adalah kuliner dan fashion dengan nilai masing-masing Rp 209 triliun (32,5 persen) dan Rp182 triliun (28,3 persen).

Halaman:


Sumber Antara
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X