Mengecilkan Arti Kekayaan

Kompas.com - 10/10/2014, 09:09 WIB
Ilustrasi. ShutterstockIlustrasi.
EditorErlangga Djumena

2. Tidak perlu banyak uang asalkan memiliki kebahagiaan
Apakah Anda berpikir seperti itu? Sebenarnya hal ini sama seperti  masalah sehat dan kaya tadi. Bukankah dengan banyak uang, Anda bisa  lebih bahagia, dan bisa bergabung dengan filantropi kelas dunia yang  membagikan kekayaannya dan membantu banyak orang?

3. Cucilah tangan Anda setelah memegang uang, karena uang adalah benda yang kotor
Menurut sebuah tayangan televisi berjudul Mythbuster, uang menempati urutan ke-4 sebagai benda yang memiliki paling banyak bakteri. Meski  begitu, spons atau sabut cuci piring dan gadget yang ada di tangan Anda  menempati urutan yang lebih tinggi!

Mengapa Anda harus cuci tangan setelah memegang uang? Bukankah semua barang juga kotor? Dapat dikatakan, hampir semua manusia  menjauhi hal yang jorok dan kotor. Lalu, apa jadinya bila Anda menganggap uang itu kotor? Ya, Anda tidak bisa dekat-dekat uang, meski nyatanya, Anda membutuhkan uang, bukan?

4. Orang kaya rata-rata merupakan orang yang jahat
Siapa di dunia ini yang ingin dilahirkan menjadi orang jahat? Saya kira  tidak ada. Namun, pemahaman Anda bahwa orang kaya itu jahat adalah sebuah pertanyaan besar. Apakah tidak ada orang miskin yang jahat?

Lalu, apakah Anda tahu bahwa orang-orang terkaya di dunia  menyumbangkan hingga 2/3 kekayaannya, bahkan hampir semuanya?

Siapa saja mereka? Bill Gates penemu Microsoft, Warren Buffett investor saham terkemuka dunia, Jackie Chan aktor terkenal Asia, Oprah Winfrey, dan masih banyak lagi. Nyatanya mereka sangat dermawan dan sangat-sangat baik hati. Apakah Anda pernah menyumbang lebih besar dari mereka?

Bila hari ini Anda berpikir, mengapa Anda belum mendapatkan hasil yang maksimal meski sudah bekerja keras dengan cerdas, jujur, dan disiplin,  mungkin jawabannya ada pada gaya hidup yang salah.

Bila gaya hidup Anda sudah benar, maka mungkin Anda memiliki  keyakinan yang masih salah terhadap uang. Saya yakin dan percaya,  orang-orang yang menjadi kaya raya lalu menyalahgunakan kekayaannya  disebabkan karena mereka belum mendesain dan memikirkan, apa yang  akan mereka perbuat bila mereka menjadi kaya.

Kembalilah memahami dan mengulang pemahaman dasar kita terhadap kekayaan materi. Akuilah dengan rendah hati, bahwa kita memang memerlukannya. Anda mungkin tidak memerlukan kekayaan materi bila Anda memang tidak memiliki tanggungan hidup, atau bila Anda  ingin melayani sesama tanpa memiliki anak, seperti yang dilakukan  para biarawan atau Mother Theresa. Namun bila Anda bukan bagian  dari orang-orang yang saya sebutkan, tampaknya Anda perlu menyadari  keyakinan Anda yang salah terhadap uang, dan segera memperbaikinya,  karena pemahaman yang salah akan membawa pada jawaban yang salah, betul?

Salam Investasi untuk Indonesia..


Ryan Filbert merupakan praktisi dan inspirator investasi Indonesia. Berusia 28 tahun, Ryan memulai petualangan dalam investasi dan keuangan semenjak usia 18 tahun. Aneka instrumen dan produk investasi dijalani dan dipraktikkan, mulai dari deposito, obligasi, reksadana, saham, options, ETF,  CFD, forex, bisnis hingga properti. Semenjak 2012, Ryan mulai menuliskan perjalanan dan pengetahuan praktisnya. Buku-buku yang telah ditulis antara lain: Investasi Saham ala Swing Trader Dunia, Menjadi Kaya dan Terencana dengan Reksa Dana, Negative Investment: Kiat Menghindari Kejahatan dalam Dunia Investasi dan Hidden Profit from The Stock Market. Di bulan Oktober Ryan Filbert menerbitkan 2 seri buku baru pada trading saham berjudul ‘Bandarmologi’ dan investasi pada property ‘Rich Investor from Growth Property’

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X