Membelah Kemacetan Ibukota dengan Ojek Argo, Hanya Rp 3,4 Per Meter

Kompas.com - 27/10/2014, 10:46 WIB
Sudah lebih dari sebulan, Gama (23) menjalani pekerjaan sebagai juru mudi Ojeg Argo Nyaman. Ia Jakarta harus bersaing dengan ojek-ojek perorangan yang sudah lebih lama mencari penumpang di Jakarta. KOMPAS.com/TABITA NUGROHOSudah lebih dari sebulan, Gama (23) menjalani pekerjaan sebagai juru mudi Ojeg Argo Nyaman. Ia Jakarta harus bersaing dengan ojek-ojek perorangan yang sudah lebih lama mencari penumpang di Jakarta.
Penulis Tabita Diela
|
EditorErlangga Djumena

 

JAKARTA, KOMPAS.comKeterbatasan sarana transportasi massal bebas hambatan di DKI Jakarta memaksa penduduknya kreatif dalam mencari alternatif transportasi. Untuk "membelah" kemacetan, biasanya mereka memanfaatkan jasa ojek. Hanya saja, ojek, sebagai usaha informal pada umumnya tidak memiliki standar pelayanan dan patokan tarif yang jelas.

Peluang ini ditangkap Andri Harsil. Andri menawarkan jasa ojek profesional yang siap dipanggil ke berbagai tempat di Jakarta dan menggunakan argo.

"Mulai bisnis ini ya? Sebenarnya sih karena lihat peluang aja, setelah ngobrol sama beberapa orang dan ngerasain langsung, gimana ga enaknya transportasi Jakarta. Kalaupun ada banyak ojek yang beredar di Jakarta, masih juga ada yg komplain. Harga yang mahal, penampilan tukang ojeknya yang dikomentarin sampai gaya bawa motornya yang cenderung ugal-ugalan," ujar Andri kepada Kompas.com.

Setiap armada Andri dilengkapi dengan wifi gratis, plastik pelindung rambut, box penyimpanan barang berharga, serta jas hujan. Penghitungan argonya pun jelas.

Andri membanderol dengan tarif ojeknya cukup terjangkau. Untuk kilometer pertama tarifnya adalah Rp 4.000. Adapun untuk kilometer berikutnya dikenakan tarif Rp 3,4 per meter tanpa pembulatan.

Andri memulai bisnis dengan mengusung merek Bangjek ini sejak 11 bulan lalu. Dengan modal Rp 100 juta, ia kini memiliki lima motor dan mempekerjakan enam orang. Lima orang sebagai pengendara motor dan satu orang bertugas untuk customer service. Menurut dia, setiap pagi sebelum mulai bekerja di salah satu stasiun televisi swasta, Andri merangkap sebagai petugas layanan pelanggan.

Ia bertutur bahwa usaha ini ia rintis dengan cara mempelajari usaha ojek argo pendahulu. Dari langkah tersebut, dia tahu "kunci" untuk membuat usahanya lebih menarik.

"Sempat juga memang lihat para pendahulu bisnis ojek argo, yang lebih lama malang melintang di bisnis ini. Tapi ngerasa ada yang kurang juga, misal harga yang masih belum terjangkau pengguna alias belum murah. Jadinya ketika nyoba bisnis ini, harga jadi fokus utama. Di samping beberapa fasilitas yang belum ada di ojek argo yang lain," ujarnya.

Sejauh ini, tutur Andri, omzet usahanya masih fluktuatif. Namun, Andri melihat adanya kesempatan untuk memperbesar usahanya.

"Ini lagi nabung dulu supaya bisa nambah armada (motor). Meski sebenarnya kemarin-kemarin ada yang nawarin buat kerja sama atau nyimpan modal," ujar Andri.

Andri enggan menerima kerja sama tersebut. Dia masih ingin mempelajari seluk-beluk bisnis transportasi. Andri juga ingin agar rekanan usahanya sudah yakin terhadap kinerja bisnis yang dirintisnya.

"Masih merintis dulu. Biar tahu seluk beluknya. Kalau sudah existing, lebih enak ngembanginnya. Jadi, partner usahanya juga makin yakin kalau memang menguntungkan nanam modal di BangJek," ucapnya.

Kelima ojek Andri ini bisa dihubungi lewat telepon (021-93805604), BlackBerry Messenger (31135F48), WhatsApp, Line, dan KakaoTalk Messenger (0888-0185-9959), Facebook ojeg_nyaman, dan Twitter @ojegnyaman.

baca juga: Benarkah Modal Kendala Utama Para Entrepreneur?

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gaji Rp 5 Juta, Sebaiknya Ngontrak atau Cicil Rumah?

Gaji Rp 5 Juta, Sebaiknya Ngontrak atau Cicil Rumah?

Spend Smart
Wika dan CNI Bangun Pabrik Nikel di Kolaka

Wika dan CNI Bangun Pabrik Nikel di Kolaka

Whats New
Pengusaha Sebut Hanya 3 Persen Pekerja yang Bekerja di Perusahaan Besar

Pengusaha Sebut Hanya 3 Persen Pekerja yang Bekerja di Perusahaan Besar

Whats New
Nadine Chandrawinata: Selain Plastik, Sampah Puntung Rokok Juga Banyak Ditemukan di Laut

Nadine Chandrawinata: Selain Plastik, Sampah Puntung Rokok Juga Banyak Ditemukan di Laut

Whats New
Pengusaha Ingin Buruh Tak Sekadar Demo, tapi Berdialog untuk Menyelesaikan Masalah

Pengusaha Ingin Buruh Tak Sekadar Demo, tapi Berdialog untuk Menyelesaikan Masalah

Whats New
[POPULER DI KOMPASIANA] Menyiapkan Guru Masa Depan | Siap-siap 5G | 7 Kesalahan dalam Bisnis

[POPULER DI KOMPASIANA] Menyiapkan Guru Masa Depan | Siap-siap 5G | 7 Kesalahan dalam Bisnis

Rilis
Luhut: Saya Enggak Mau Lama-lama, Kerjaan Saya Banyak

Luhut: Saya Enggak Mau Lama-lama, Kerjaan Saya Banyak

Whats New
Menaker Akui Iklim Terciptanya Lapangan Kerja Baru Masih Belum Bersahabat

Menaker Akui Iklim Terciptanya Lapangan Kerja Baru Masih Belum Bersahabat

Whats New
779 Warga Kota Serang Dapat Kompensasi Tumpahan Minyak dari Pertamina

779 Warga Kota Serang Dapat Kompensasi Tumpahan Minyak dari Pertamina

Whats New
7 Posisi Menteri yang Pernah Dijabat Luhut, Apa Saja?

7 Posisi Menteri yang Pernah Dijabat Luhut, Apa Saja?

Whats New
Menaker Sebut Nilai Upah Minimum RI Tak Sepadan dengan Produktivitas Pekerja yang Rendah

Menaker Sebut Nilai Upah Minimum RI Tak Sepadan dengan Produktivitas Pekerja yang Rendah

Whats New
Ini 7 Kiat Sukses Calon Pemimpin ala Gubernur BI

Ini 7 Kiat Sukses Calon Pemimpin ala Gubernur BI

Rilis
KKP Bantu Permodalan Pembudi Daya Rumput Laut di Sulsel

KKP Bantu Permodalan Pembudi Daya Rumput Laut di Sulsel

Whats New
Kemenkeu Beri Pinjaman Rp 650 Miliar ke Perumnas untuk Penyediaan Satu Juta Rumah

Kemenkeu Beri Pinjaman Rp 650 Miliar ke Perumnas untuk Penyediaan Satu Juta Rumah

Whats New
Pulihkan Ekonomi, Mendag Dorong Penguatan Kerja Sama Indonesia-Malaysia-Thailand

Pulihkan Ekonomi, Mendag Dorong Penguatan Kerja Sama Indonesia-Malaysia-Thailand

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X