"Blusukan" Jokowi di Tianjin, dari Kereta Cepat hingga Pembangkit Listrik

Kompas.com - 11/11/2014, 16:40 WIB
Para delegasi menggunakan smartphone, berebut selfie dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), usai menyampaikan pidato di acara APEC CEO Summit di China National Convention Center di Beijing, 10 November 2014. AP PHOTO / ANDY WONGPara delegasi menggunakan smartphone, berebut selfie dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), usai menyampaikan pidato di acara APEC CEO Summit di China National Convention Center di Beijing, 10 November 2014.
EditorErlangga Djumena

KOMPAS.com — Tak sekadar bertemu dengan para pemimpin tertinggi Tiongkok, Presiden Xi Jinping dan Perdana Menteri Li Keqiang, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga langsung blusukan untuk melihat apa yang ditawarkan oleh Negeri Tirai Bambu.

Seusai meninggalkan Balai Agung Rakyat, tempat keputusan-keputusan penting Tiongkok diambil, Presiden dengan didampingi oleh Menko Perekonomian Sofyan Djalil dan Menteri Perdagangan Rahmat Gobel berkunjung ke Tianjin, yang terletak di selatan Beijing.

Untuk menuju kota tersebut, Presiden yang juga disertai oleh Ibu Iriana Joko Widodo memilih menggunakan kereta cepat Tianjin-Beijing. Kereta cepat ini menghubungkan dua kota yang berjarak sekitar 117 kilometer itu dengan waktu tempuh hanya 30 menit.

Kedatangan Presiden beserta rombongan di stasiun sempat memancing rasa ingin tahu para pengguna alat transportasi tersebut. Mereka berkerumun di sekitar jalan yang dilalui Presiden.

Dalam suatu sesi wawancara di dalam kereta api cepat, Presiden Jokowi menyebut kereta cepat itu sebagai contoh bahwa pembangunan infrastruktur hendaknya tidak dilakukan terlambat.

"Infrastruktur itu jangan terlambat, apalagi yang menyangkut hubungan antara kota dan kota, antara pulau dan pulau. Konektivitas itu wajib," katanya.

Menurut Presiden, semakin cepat dibangun, infrastruktur akan semakin murah. Sementara itu, jika semakin lama atau semakin diundur, maka biaya pembangunan infrastruktur akan semakin mahal dan manfaatnya hilang.

Ia kemudian memberikan contoh pembangunan mass rapid transportation (MRT) atau transportasi cepat massal yang akan jauh lebih murah apabila dibangun 20 atau 25 tahun lalu, terkait dengan pembebasan lahan dan urusan non-teknis lainnya.

"Ini ada keputusan politik. Kalau sudah diputuskan ya memang harus segera dikerjakan, jangan menunda-nunda apa yang namanya pembangunan infrastruktur," katanya.

Saat ditanya apakah pemerintahannya berniat membangun kereta api cepat itu, Presiden mengatakan belum dapat menyampaikan hal itu karena belum konkret.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diminta IMF Sudahi 'Burden Sharing', BI Janji Berakhir Tahun Ini

Diminta IMF Sudahi "Burden Sharing", BI Janji Berakhir Tahun Ini

Whats New
Konsumen: Pengertian, Prinsip Ekonomi, Hak dan Kewajibannya

Konsumen: Pengertian, Prinsip Ekonomi, Hak dan Kewajibannya

Earn Smart
Bakal Melantai di BEI Hari Ini, BAUT Tertapkan Harga IPO Rp 100 Per Saham

Bakal Melantai di BEI Hari Ini, BAUT Tertapkan Harga IPO Rp 100 Per Saham

Whats New
Tak Subsidi Minyak Goreng Curah, Sri Mulyani: Bukan Berarti Berpihak ke Pabrikan...

Tak Subsidi Minyak Goreng Curah, Sri Mulyani: Bukan Berarti Berpihak ke Pabrikan...

Whats New
Dorong Pengusaha UMKM Naik Kelas, Menteri Teten Luncurkan New PLUT

Dorong Pengusaha UMKM Naik Kelas, Menteri Teten Luncurkan New PLUT

Whats New
Cara Bayar Pajak Motor Online Melalui Tokopedia

Cara Bayar Pajak Motor Online Melalui Tokopedia

Whats New
Menengok Penyebab Mengapa Minyak Goreng Murah Masih Susah Didapatkan di Ritel Modern

Menengok Penyebab Mengapa Minyak Goreng Murah Masih Susah Didapatkan di Ritel Modern

Whats New
[POPULER MONEY] Harga Emas Antam Anjlok | Mengenal Skema Ponzi | Harga Minyak Goreng Turun Jadi Rp 11.500

[POPULER MONEY] Harga Emas Antam Anjlok | Mengenal Skema Ponzi | Harga Minyak Goreng Turun Jadi Rp 11.500

Whats New
BCA Siapkan Rp 400 Miliar untuk Suntik Modal ke Startup

BCA Siapkan Rp 400 Miliar untuk Suntik Modal ke Startup

Whats New
Cara Bayar Pajak Kendaraan Bermotor di Alfamart

Cara Bayar Pajak Kendaraan Bermotor di Alfamart

Whats New
Kejar Target Investasi Rp 1.200 Triliun, Bahlil: Memang Tidak Mudah...

Kejar Target Investasi Rp 1.200 Triliun, Bahlil: Memang Tidak Mudah...

Whats New
Bank Indonesia dan The People’s Bank Of China Sepakat Perbarui Perjanjian Swap Bilateral

Bank Indonesia dan The People’s Bank Of China Sepakat Perbarui Perjanjian Swap Bilateral

Whats New
Pembangunan Ibu Kota Nusantara Terbagi atas 3 Wilayah

Pembangunan Ibu Kota Nusantara Terbagi atas 3 Wilayah

Whats New
Penjelasan Bos Grup Lippo Seputar Aksi XL Axiata Akuisisi Link Net

Penjelasan Bos Grup Lippo Seputar Aksi XL Axiata Akuisisi Link Net

Rilis
Di Hadapan Tony Blair, Jokowi Tegaskan Tak Mau Ekspor Bahan Mentah

Di Hadapan Tony Blair, Jokowi Tegaskan Tak Mau Ekspor Bahan Mentah

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.