Kompas.com - 18/11/2014, 17:44 WIB
Menteri Perdagangan Rahmat Gobel, diperkenalkan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (26/10/2014). TRIBUN NEWS / DANY PERMANA TRIBUN NEWS / DANY PERMANAMenteri Perdagangan Rahmat Gobel, diperkenalkan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (26/10/2014). TRIBUN NEWS / DANY PERMANA
Penulis Icha Rastika
|
EditorBayu Galih


JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Perdagangan Rahmat Gobel memastikan harga bahan pokok naik menyusul kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Kendati demikian, menurut Gobel, kenaikan harga bahan pokok hanya satu hingga dua persen.

"Satu-dua persenlah," ujar Gobel di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Selasa (18/11/2014).

Menurut dia, efek kenaikan harga BBM terhadap harga bahan pokok tidak akan berlangsung lama. Ia memprediksi, efeknya hanya terjadi hingga tiga bulan ke depan.

Gobel juga menyebutkan bahwa harga cabai akan naik paling tinggi dibandingkan bahan pokok lainnya. Kenaikan harga cabe, lanjut dia, juga dipengaruhi musim kering di sejumlah wilayah. "Yang paling besar cabe. Yang lain, ada naik, ada juga yang kecenderungan turun, seperti daging, kemarin," kata dia.

Meskipun ada kenaikan harga, ia memastikan kenaikan tersebut tidak mengakibatkan gejolak di pasar. Sejauh ini, menurut Gobel, situasi pasar aman terkendali. Ia juga memastikan bahwa stok bahan pokok aman hingga tahun baru nanti. Kementerian Perdagangan sudah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk mendahulukan arus bahan pokok. "Supaya jangan terjadi keterlambatan dalam perdagangan antarpulau," ujar dia.

Di samping itu, menurut Gobel, Kementerian Perdagangan telah berkoordinasi dengan Badan Intelijen Nasional dan Kepolisian untuk membantu meredam kemungkinan masalah yang terjadi di pasar. Gobel juga telah meminta dinas perdagangan dan perindustrian daerah untuk melakukan pemantauan dari waktu ke waktu.

Gobel pun mengimbau agar masyarakat tidak melakukan penimbunan barang. "Makanya, semua dinas, kepala dinas perdagangan dan perindustrian di daerah, saya suruh mereka pantau terus supaya masyarakat jangan panik. Intinya adalah ketersediaan pangan cukup," kata dia.

Pada Senin (18/11/2014) malam, Presiden Joko Widodo mengumumkan kenaikan harga BBM bersubsidi, masing-masing sebesar Rp 2.000 per liter. Dengan demikian, harga bensin menjadi Rp 8.500 per liter dari Rp 6.500 per liter, sementara solar menjadi Rp 7.500 per liter dari Rp 5.500 per liter.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kemenaker: Pekerjaan yang Bersifat Rutin dan Terprediksi Rentan Terkena Otomasi

Kemenaker: Pekerjaan yang Bersifat Rutin dan Terprediksi Rentan Terkena Otomasi

Rilis
Targetkan Capai 1 Juta Jargas, Ini Strategi Bisnis dan Pemasaran Subholding Gas Pertamina

Targetkan Capai 1 Juta Jargas, Ini Strategi Bisnis dan Pemasaran Subholding Gas Pertamina

Whats New
Penjelasan Sri Mulyani soal Rencana Kenaikkan Tarif Listrik Golongan 3.000 VA ke Atas

Penjelasan Sri Mulyani soal Rencana Kenaikkan Tarif Listrik Golongan 3.000 VA ke Atas

Whats New
Semua Pelaku Usaha Jasa Keuangan Harus Tunduk pada POJK Perlindungan Konsumen

Semua Pelaku Usaha Jasa Keuangan Harus Tunduk pada POJK Perlindungan Konsumen

Whats New
Keputusan Jokowi Cabut Larangan Ekspor CPO Dinilai Sudah Tepat

Keputusan Jokowi Cabut Larangan Ekspor CPO Dinilai Sudah Tepat

Whats New
Cek Daftar Pinjol Legal 2022 Terbaru, Jumlahnya Jadi 102

Cek Daftar Pinjol Legal 2022 Terbaru, Jumlahnya Jadi 102

Whats New
Tekan Harga Minyak Goreng Jadi Rp 14.000, Bulog Diminta Cadangkan Pasokan

Tekan Harga Minyak Goreng Jadi Rp 14.000, Bulog Diminta Cadangkan Pasokan

Whats New
Dilema Negara Hadapi Ketidakpastian Global, Kendalikan Inflasi atau Jaga Momentum Pemulihan Ekonomi

Dilema Negara Hadapi Ketidakpastian Global, Kendalikan Inflasi atau Jaga Momentum Pemulihan Ekonomi

Whats New
BPJT: MLFF Diterapkan Bertahap di Beberapa Ruas Tol Akhir 2022

BPJT: MLFF Diterapkan Bertahap di Beberapa Ruas Tol Akhir 2022

Whats New
Video Viral Denda Tunggakan Iuran BPJS Kesehatan Rp 30 Juta, Ini Solusi dan Syarat untuk Meringankan Peserta

Video Viral Denda Tunggakan Iuran BPJS Kesehatan Rp 30 Juta, Ini Solusi dan Syarat untuk Meringankan Peserta

Whats New
Sektor Teknologi Masih Tertekan, Bagaimana Prospek Saham GOTO dan BUKA?

Sektor Teknologi Masih Tertekan, Bagaimana Prospek Saham GOTO dan BUKA?

Earn Smart
Alasan Ekspor Minyak Goreng Dicabut: Harganya Sudah Turun Jadi Rp 17.200

Alasan Ekspor Minyak Goreng Dicabut: Harganya Sudah Turun Jadi Rp 17.200

Whats New
Rupiah dan IHSG Menguat pada Penutupan Sesi I Perdagangan

Rupiah dan IHSG Menguat pada Penutupan Sesi I Perdagangan

Whats New
Lanjutkan Skema Pembayaran Prioritas, Nasabah Wanaartha Life Belum Puas

Lanjutkan Skema Pembayaran Prioritas, Nasabah Wanaartha Life Belum Puas

Whats New
Sri Mulyani Sebut RI Waspada Potensi Stagflasi, Apa Dampaknya ke Ekonomi?

Sri Mulyani Sebut RI Waspada Potensi Stagflasi, Apa Dampaknya ke Ekonomi?

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.