Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Stop Impor Sapi dari Australia? Ini Kata JK

Kompas.com - 24/02/2015, 13:05 WIB
Yoga Sukmana

Penulis


JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menilai bahwa hubungan dagang Indonesia dengan Australia tak ada yang spesial, biasa-biasa saja. DIa menyatakan, neraca perdagangan banyak ditopang oleh ekspor sapi ke Indonesia.

JK pun berkomentar soal kabar stop impor sapi dari Australia. "Hubungan dagang dengan Australia biasa-biasa saja. Kalau kita tidak impor sapi saja, bisa apa mereka," ujar JK di Kantor BKPM, Jakarta, Selasa (24/2/2015).

Meski tak mengatakan dengan tegas bahwa Australia sangat membutuhkan Indonesia dalam hal perdagangan sapi, JK meminta kedua negara sama-sama saling memahami. Pasalnya, apabila impor sapi di hentikan, pasokan daging dalam negeri pun bisa terancam. "Tapi kalau kita lakukan (stop impor sapi) ya kita gak makan daging juga," kata dia.

Meski begitu, pemerintah kata JK, tetap akan menjalankan aturan sesuai hukum yang berlaku. Termasuk, eksekusi mati dua warga negara Australia tersangka pengedar narkoba yaitu Andrew Chan dan Myuran Sukumaran.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Dorong Pertumbuhan Pendapatan, Anak Usaha WIFI, Bangun 200.000 Homepass

Dorong Pertumbuhan Pendapatan, Anak Usaha WIFI, Bangun 200.000 Homepass

Whats New
Total Dana Kelolaan STAR Asset Management Rp 16 Triliun hingga Mei 2024

Total Dana Kelolaan STAR Asset Management Rp 16 Triliun hingga Mei 2024

Whats New
Harga Emas Antam: Detail Harga Terbaru pada Kamis 13 Juni 2024

Harga Emas Antam: Detail Harga Terbaru pada Kamis 13 Juni 2024

Spend Smart
Harga Emas Terbaru 13 Juni 2024 di Pegadaian

Harga Emas Terbaru 13 Juni 2024 di Pegadaian

Spend Smart
Jumlah Penjual di ShopTokopedia Naik 20 Persen pada 2024

Jumlah Penjual di ShopTokopedia Naik 20 Persen pada 2024

Whats New
Masihkah Indramayu Jadi Lumbung Pangan Nasional untuk Ketahanan Pangan?

Masihkah Indramayu Jadi Lumbung Pangan Nasional untuk Ketahanan Pangan?

Whats New
Harga Bahan Pokok Kamis 13 Juni 2024, Semua Bahan Pokok Naik, Kecuali Cabai Merah Keriting

Harga Bahan Pokok Kamis 13 Juni 2024, Semua Bahan Pokok Naik, Kecuali Cabai Merah Keriting

Whats New
Mengintip Upaya Jangka Pendek Kementan dalam Menggenjot Produksi Beras

Mengintip Upaya Jangka Pendek Kementan dalam Menggenjot Produksi Beras

Whats New
Tersandung Gagal Bayar, Investree Belum Dapat Tambahan Modal

Tersandung Gagal Bayar, Investree Belum Dapat Tambahan Modal

Whats New
Ini 'Ramalan' Terbaru Bank Dunia terhadap Ekonomi Indonesia 2024-2025

Ini "Ramalan" Terbaru Bank Dunia terhadap Ekonomi Indonesia 2024-2025

Whats New
Nyaris 10 Juta Gen Z Menganggur, Kemenko Perekonomian Tawarkan Program Prakerja

Nyaris 10 Juta Gen Z Menganggur, Kemenko Perekonomian Tawarkan Program Prakerja

Whats New
IHSG Bakal Melemah Hari Ini, Simak Analisis dan Rekomendasi Sahamnya

IHSG Bakal Melemah Hari Ini, Simak Analisis dan Rekomendasi Sahamnya

Whats New
 The Fed Pertahankan Suku Bunga Tetap Stabil, dan Berencana Lakukan Pemotongan Tahun Ini

The Fed Pertahankan Suku Bunga Tetap Stabil, dan Berencana Lakukan Pemotongan Tahun Ini

Whats New
The Fed Tahan Suku Bunga, Saham di Wall Street Mayoritas Bullish

The Fed Tahan Suku Bunga, Saham di Wall Street Mayoritas Bullish

Whats New
Tarif Internet Starlink Vs Provider Lokal, Mana Lebih Murah? Ini Penjelasan Kominfo

Tarif Internet Starlink Vs Provider Lokal, Mana Lebih Murah? Ini Penjelasan Kominfo

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com