Berkat Sambal, Yoyok Raup Omzet Ratusan Juta Rupiah

Kompas.com - 21/08/2015, 05:45 WIB
Yoyok Heri Wahyono KONTAN/DOK PRIBADIYoyok Heri Wahyono
EditorErlangga Djumena
KOMPAS.com - Minimnya makanan pedas di Yogyakarta membuat Yoyok Heri Wahyono memiliki ide membuka warung makan dengan cocolan sambal bernama Waroeng Spesial Sambal (SS). Kini gerainya berbiak hingga 74 di berbagai daerah.   

Kegemaran Yoyok Heri Wahyono akan sambal mengantarkan pria ini menjadi pengusaha kuliner yang fokus menjajakan menu aneka sambal sebagai daya tarik produknya. Lewat bendera usaha Waroeng Spesial Sambal (SS), Yoyok menciptakan inovasi aneka menu sambal yang bisa dipilih para penggemar sambal.

Ide usaha mendirikan usaha ini juga didorong oleh minimnya makanan yang memiliki sambal pedas sesuai keinginannya yang bisa didapatkan di Yogyakarta. Di kota ini umumnya memang makanan yang populer memiliki rasa manis. Bahu membahu bersama teman-temannya, Yoyok mendirikan gerai WSS sederhana di sekitar kampus UGM Yogyakarta pada tahun 2002.   

Secara berkala Yoyok menghasilkan innovasi-innovasi menu sambal terbaru. Dari awalnya hanya menawarkan sekitar 12 macam sambal, kini menu sambal di restorannya sudah berkembang hingga 32 macam.

Yoyok membalut sambalnya dengan nama yang unik agar lebih menarik. Contohnya, sambal sport yang merupakan sambal terasi segar, serta sambal smack down yang terbuat dari belut.

Sambal bisa dipilih sebagai pendamping lauk pauk dan nasi dengan tingkat kepedasan di atas rata-rata. Menu pendamping seperti ayam goreng, babat goreng, jamur tepung, telur dadar, paru goreng, iso goreng, tahu, tempe, daging goreng, aneka tumis sayur, pecel sayur, dan masih banyak lagi. Ternyata, sajian sambal Yoyok berhasil memikat banyak lidah.

Dari hanya memiliki dua sampai tiga pegawai, saat ini karyawannya sudah hampir mencapai 2.000 orang. Dengan menjalankan sistem kemitraan usaha untuk membiakkan gerainya sejak tahun 2005 silam, kini sudah ada total 74 cabang WSS yang sudah beroperasi. Gerainya tersebar di 34 kota di Pulau Jawa seperti Solo, Malang, Kediri, dan di Bali.

Bermula dari hanya gerai di kaki lima, gerai WSS sudah mengunakan bangunan permanen seiring perkembangan usaha yang positif. Desain dalam ruangan gerainya ditata dengan gaya unik yang dipenuhi tulisan-tulisan nyeleneh. Yoyok memiliki dapur terpadu di Yogya untuk memasok makanan setengah matang ke gerai-gerainya di Yogya.

Harga menu sambal dibanderol mulai dari Rp 1.500 hingga Rp 6.000 dan untuk menu lauk-pauk berkisar Rp 15.000 per porsi. Tiap gerai bisa mencetak omzet jutaan rupiah per hari. Bisa dibayangkan omzet keseluruhan gerai yang telah beroperasi mencapai ratusan juta rupiah saban bulan.

Awalnya dia menyasar segmentasi pelanggan kalangan mahasiswa dengan menjajakan harga jual murah dan membuka usaha di daerah kampus. Namun, seiring berkembangnya waktu segmentasi pasarnya bergeser menjadi kalangan masyarakat yang sudah berkeluarga.

Halaman:


Sumber
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gaji Rp 5 Juta, Sebaiknya Ngontrak atau Cicil Rumah?

Gaji Rp 5 Juta, Sebaiknya Ngontrak atau Cicil Rumah?

Spend Smart
Wika dan CNI Bangun Pabrik Nikel di Kolaka

Wika dan CNI Bangun Pabrik Nikel di Kolaka

Whats New
Pengusaha Sebut Hanya 3 Persen Pekerja yang Bekerja di Perusahaan Besar

Pengusaha Sebut Hanya 3 Persen Pekerja yang Bekerja di Perusahaan Besar

Whats New
Nadine Chandrawinata: Selain Plastik, Sampah Puntung Rokok Juga Banyak Ditemukan di Laut

Nadine Chandrawinata: Selain Plastik, Sampah Puntung Rokok Juga Banyak Ditemukan di Laut

Whats New
Pengusaha Ingin Buruh Tak Sekadar Demo, tapi Berdialog untuk Menyelesaikan Masalah

Pengusaha Ingin Buruh Tak Sekadar Demo, tapi Berdialog untuk Menyelesaikan Masalah

Whats New
[POPULER DI KOMPASIANA] Menyiapkan Guru Masa Depan | Siap-siap 5G | 7 Kesalahan dalam Bisnis

[POPULER DI KOMPASIANA] Menyiapkan Guru Masa Depan | Siap-siap 5G | 7 Kesalahan dalam Bisnis

Rilis
Luhut: Saya Enggak Mau Lama-lama, Kerjaan Saya Banyak

Luhut: Saya Enggak Mau Lama-lama, Kerjaan Saya Banyak

Whats New
Menaker Akui Iklim Terciptanya Lapangan Kerja Baru Masih Belum Bersahabat

Menaker Akui Iklim Terciptanya Lapangan Kerja Baru Masih Belum Bersahabat

Whats New
779 Warga Kota Serang Dapat Kompensasi Tumpahan Minyak dari Pertamina

779 Warga Kota Serang Dapat Kompensasi Tumpahan Minyak dari Pertamina

Whats New
7 Posisi Menteri yang Pernah Dijabat Luhut, Apa Saja?

7 Posisi Menteri yang Pernah Dijabat Luhut, Apa Saja?

Whats New
Menaker Sebut Nilai Upah Minimum RI Tak Sepadan dengan Produktivitas Pekerja yang Rendah

Menaker Sebut Nilai Upah Minimum RI Tak Sepadan dengan Produktivitas Pekerja yang Rendah

Whats New
Ini 7 Kiat Sukses Calon Pemimpin ala Gubernur BI

Ini 7 Kiat Sukses Calon Pemimpin ala Gubernur BI

Rilis
KKP Bantu Permodalan Pembudi Daya Rumput Laut di Sulsel

KKP Bantu Permodalan Pembudi Daya Rumput Laut di Sulsel

Whats New
Kemenkeu Beri Pinjaman Rp 650 Miliar ke Perumnas untuk Penyediaan Satu Juta Rumah

Kemenkeu Beri Pinjaman Rp 650 Miliar ke Perumnas untuk Penyediaan Satu Juta Rumah

Whats New
Pulihkan Ekonomi, Mendag Dorong Penguatan Kerja Sama Indonesia-Malaysia-Thailand

Pulihkan Ekonomi, Mendag Dorong Penguatan Kerja Sama Indonesia-Malaysia-Thailand

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X