Bicara di Forum Saemaul, Mendes Marwan Tingkatkan Kerja Sama Pembangunan Desa

Kompas.com - 25/11/2015, 21:26 WIB
Menteri Desa Marwan Jafar (kanan) menerima kenang-kenangan dari Menteri Dalam Negeri Korea Selatan Chong Jong-Sup (kiri) pada pertemuan Global Saemaul Leadership Forum (GSLF) 2015, di Kota Daegu, Korea Selatan. Kementerian DesaMenteri Desa Marwan Jafar (kanan) menerima kenang-kenangan dari Menteri Dalam Negeri Korea Selatan Chong Jong-Sup (kiri) pada pertemuan Global Saemaul Leadership Forum (GSLF) 2015, di Kota Daegu, Korea Selatan.
EditorJosephus Primus

DAEGU, KOMPAS.com - Potensi desa di Indonesia yang sangat besar namun belum terkelola secara maksimal, akan menjadi perhatian khusus Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Marwan Jafar saat menjadi pembicara di Global Saemaul Leadership Forum (GSLF) 2015  yang berlangsung di Korea Selatan pada 24-27 November 2015 waktu setempat.

“Kerja sama lintas negara sangat perlu ditingkatkan. Forum GSLF yang melibatkan 48 negara ini, akan mendiskusikan strategi pembangunan berkelanjutan desa-desa di dunia, termasuk Indonesia yang tahun 2015 mulai gencar menjadikan  desa sebagai basis pembangunan nasional,” ujar Menteri Desa, Marwan Jafar di Korea, Selasa (24/11/2015) waktu Indonesia.

GSLF 2015 ini berlangsung di Hotel Inter- Burgo, Daegu, Korsel. Acara ini diselenggarakan oleh Ministry of the Interior, Pusat Saemaul Undong Korea, Pemerintah Kota Daegu dan disponsori oleh Ministry of Foreign Affairs,  Ministry of Agriculture, Food and Rural Affairs, Rural Development Administration, Gyeongsangbuk-do, dan KOICA.

Menariknya, GSLF 2015 merupakan forum pertemuan negara-negara dan para pemimpin Saemaul Undong di dunia. Pemerintah Republik Korea memiliki konsep Saemaul Undong,
yakni suatu  gerakan mental Desa Membangun yang melibatkan partisipasi masyarakat secara luas. “Forum ini untuk berbagi semangat membangun desa yang dilakukan di
seluruh dunia,” ujar Marwan Jafar.  

Tahun ini merupakan pertemuan yang kedua kalinya. Forum GSLF ini untuk mencari strategi pembangunan yang berkelanjutan.  Rangkaian acaranya terdiri dari seminar, pertemuan tingkat tinggi, pertemuan sosial antar-negara dan pemimpin Saemaul Global, pameran teknologi pertanian, dan lain-lain.

Dari hasil pertemuan lintas negara ini, Menteri Marwan mengatakan, ada konsep dan strategi yang bisa diterapkan di Indonesia. Apalagi, Saemaul Undong telah diakui Organisasi PBB Unesco (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization)  sebagai model pengembangan ekonomi yang berbasis pada pemberdayaan masyarakat. “Konsep ini mampu membawa Korea yang tadinya negara miskin, menjadi negara sangat maju,” ujarnya.

Desa-desa di Indonesia, kata Marwan Jafar, peluangnya sangat besar untuk menjadi basis pembangunan nasional.  Sebanyak 74.093 desa memiliki karakteristik dan kondisi potensi alam yang berbeda-beda. Dari sektor agraris, Indonesia memunyai lahan pertanian dan perkebunan yang bisa digarap untuk ketahanan pangan.

“Apalagi dari sektor pariwisata, masyarakat desanya juga sudah siap menyambut kedatangan wisatawan. Jadi tidak ada alasan lagi di masa datang, pertumbuhan ekonomi desa diragukan lagi,” ujarnya.

“Indonesia sudah mengadopsi konsep Saemaul Undong  sejak tahun 2008, yakni di Yogyakarta, terutama pembangunan desa di Kabupaten Gunung Kidul. Dan konsep ini, memiliki spirit yang sama dengan Undang Undang Desa yang memberikan ruang besar kepada desa untuk melakukan perubahan,” ujar Menteri Desa.

Dalam pertemuan itu, Menteri Desa, Marwan Jafar menyampaikan program kerja sama terkait pembangunan desa. Di antaranya  program peningkatan kapasitas sumber daya manusia, kerja sama pembangunan kawasan perdesaan dengan menggunakan model pemberdayaan masyarakat, seperti Saemaul Undong (Gerakan Desa Baru).

“Tak hanya itu, juga program peningkatan infrastruktur, ekonomi, social dan budaya, penelitian dan pembelajaran bersama mengenai pembangunan perdesaan, dan saling
kepentingan mengenai pembangunan desa, pembangunan daerah tertinggal, dan transmigrasi yang dapat diputuskan bersama secara tertulis,” papar Marwan.

Menteri Desa Marwan Jafar selain menjadi pembicara dalam forum GSLF 2015, juga diagendakan secara khusus melakukan pertemuan dengan Menteri Dalam Negeri, Menteri
Pertanian, Pangan dan Perdesaan Republik Korea serta KOICA untuk secara lebih lanjut membahas realisasi kerja sama yang telah direncanakan sebelumnya.“Dari kunjungan ini, diharapkan akan kian mempererat serta memperkuat hubungan bilateral antara Pemerintah Republik Indonesia dan Republik Korea untuk saat ini dan masa yang akan datang,” ujarnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Beli Emas Antam secara Online dan Offline

Cara Beli Emas Antam secara Online dan Offline

Spend Smart
Cara Mengisi Shopeepay lewat BSI Mobile dengan Mudah dan Praktis

Cara Mengisi Shopeepay lewat BSI Mobile dengan Mudah dan Praktis

Spend Smart
Pembangunan Hunian Warga Terdampak Bencana di NTT dan NTB Ditargetkan Rampung Maret 2022

Pembangunan Hunian Warga Terdampak Bencana di NTT dan NTB Ditargetkan Rampung Maret 2022

Whats New
Bangun Kilang di Tuban, Pertamina Pastikan Rekrut Tenaga Kerja Lokal

Bangun Kilang di Tuban, Pertamina Pastikan Rekrut Tenaga Kerja Lokal

Whats New
Mau Nabung di ATM Setor Tunai Mandiri Terdekat? Simak Caranya

Mau Nabung di ATM Setor Tunai Mandiri Terdekat? Simak Caranya

Whats New
Sisa Anggaran di Bangka Belitung Capai Rp 798,38 Miliar

Sisa Anggaran di Bangka Belitung Capai Rp 798,38 Miliar

Whats New
Di Forum G20, Indonesia Minta AS hingga China Sampaikan Rencana Tapering Off

Di Forum G20, Indonesia Minta AS hingga China Sampaikan Rencana Tapering Off

Whats New
UMKM Mau Punya Website Sendiri? Cek Solusi Mudah dan Murah Berikut

UMKM Mau Punya Website Sendiri? Cek Solusi Mudah dan Murah Berikut

Smartpreneur
KAI Services Perluas Bisnis, Dirikan Lokomart di Stasiun Pasar Senen Jakarta

KAI Services Perluas Bisnis, Dirikan Lokomart di Stasiun Pasar Senen Jakarta

Rilis
LPS Pertahankan Tingkat Bunga Penjaminan

LPS Pertahankan Tingkat Bunga Penjaminan

Whats New
Belum Lunas, Utang Lapindo ke Negara Mencapai Rp 2,23 Triliun

Belum Lunas, Utang Lapindo ke Negara Mencapai Rp 2,23 Triliun

Whats New
Nilai Ekspor Kopi Jawa Barat Baru 40 Juta Dollar AS, BI: Potensinya Bisa Lebih Besar

Nilai Ekspor Kopi Jawa Barat Baru 40 Juta Dollar AS, BI: Potensinya Bisa Lebih Besar

Whats New
Kembangkan Kerja Sama Sektor Energi, UGM Gandeng Subholding Gas Pertamina

Kembangkan Kerja Sama Sektor Energi, UGM Gandeng Subholding Gas Pertamina

Rilis
Pemerintah Terapkan DMO dan DPO Minyak Goreng, YLKI: Kenapa Tidak dari Kemarin-Kemarin?

Pemerintah Terapkan DMO dan DPO Minyak Goreng, YLKI: Kenapa Tidak dari Kemarin-Kemarin?

Whats New
Indonesia Siap Sampaikan Komitmen Jadi Pusat Produksi Vaksin Global di Pertemuan G20

Indonesia Siap Sampaikan Komitmen Jadi Pusat Produksi Vaksin Global di Pertemuan G20

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.