Kompas.com - 01/12/2015, 15:42 WIB
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorBambang Priyo Jatmiko
JAKARTA, KOMPAS.com - JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengakui, realisasi penerimaan pajak pada 2015 Rp 1.294,3 triliun masih jauh dari target.

Hingga akhir tahun, pemerintah memastikan tak mungkin mencapai target tersebut. "Kita masih kekurangan pajak Rp 430 triliun sesuai dengan target," ujar Jusuf Kalla di acara Indonesia Ekonomi Outlook 2015 di Jakarta, Selasa (1/12/2015).

"Kita terbuka saja, kita tidak mungkin pada Desember ini pendapatan pajak Rp 400 triliun, itu berarti kita kekurangan penerimaan pajak," lanjut Wapres.

Menurut Kalla, ada dua solusi agar kondisi keuangan negara tetap terjaga. Pertama yakni mengurangi pengeluaran dan kedua yakni menambah utang untuk menutup defisit.

Selain itu, Wapres juga menuturkan bahwa dampak dari defisit itu bisa terasa kepada masyakarat.

Pasalnya, pemerintah dipastikan tak akan mampu menyediakan bantuan sosial yang cukup besar untuk masyarakat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.