Berdasarkan data Bloomberg, harga kontrak minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk pengantaran Januari merosot 2,32 dollar AS atau 5,8 persen menjadi 37,65 dollar AS per barrel di New York Mercantile Exchange. Ini merupakan level terendah sejak Februari 2009.
Penurunan harga si emas hitam terjadi di tengah melimpahnya pasokan minyak global yang menembus rekor. Pelaku pasar cemas, jumlah pasokan minyak akan terus bertambah setelah Organisasi Negara-negara Pengeskpor Minyak (OPEC) tidak memangkas produksi minyak mereka.
Menurut Presiden OPEC Emmanuel Ibe Kachikwu, organisasinya akan tetap memompa sekitar 31,5 juta barrel per hari. Harga minyak semakin tertekan seiring penguatan dollar AS akibat spekulasi kenaikan suku bunga AS.
Tidak hanya itu, harga bensin dan diesel juga ditutup di posisi terendah sejak krisis finansial 2008 yang mendorong ekonomi AS ke jurung resesi.
"Pasar minyak anjlok karena OPEC tidak mengutak-atik kuota. Negara-negara Saudi menggandakan strateginya untuk menekan produsen minyak lainnya. Mereka bersiap untuk bermain permain jangka panjang sehingga bisa kembali mendominasi," jelas John Kilduff, partner Again Capital LLC yang berbasis di New York.
Sementara itu, harga kontrak minyak jenis Brent untuk pengantaran Januari turun menjadi 40,73 dollar AS sebarrel di ICE Futures Europe exchange. (Barratut Taqiyyah)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.