Bikin "Unyil Reborn", PPFN Cari Investor

Kompas.com - 22/01/2016, 17:56 WIB
Direktur Utama Perum Produksi Film Negara (PFN) Shelvy Arifin di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (22/1/2016). PFN tengah mempersiapkan Unyil Reborn, yang ditargetkan rilis Juli 2016. DOKUMENTASI KEMENTERIAN BUMNDirektur Utama Perum Produksi Film Negara (PFN) Shelvy Arifin di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (22/1/2016). PFN tengah mempersiapkan Unyil Reborn, yang ditargetkan rilis Juli 2016.
|
EditorJosephus Primus

JAKARTA, KOMPAS.com – Perum Produksi Film Negara (PFN) kini tengah mencari investor yang bisa memodali produksi film Unyil Reborn. Total investasi yang dibutuhkan untuk pembuatan film bocah ini mencapai angka Rp 6 miliar. “Untuk produksi itu kita butuh dana sekitar Rp 6 miliar untuk bikin 13 episode itu. Ini kan karena PFN belum punya dananya, ya kita lagi cari siapa yang mau invest. Begitu mereka invest, ya kita siap produksi,” kata Direktur Utama PFN Shelvy Arifin ditemui di Kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jakarta, Jumat (22/1/2016).

Shelvy mengatakan, ketigabelas episode tersebut merupakan bagian dari Unyil Reborn season pertama. Shelvy mengatakan, PFN berharap Unyil Reborn season pertama bisa dirilis pada Juli 2016. “Kita sekarang baru bikin teaser (cuplikan). Teaser-nya baru mau kita rilis Februari ini,” lanjut Shelvy.

Saat ini, PFN tengah mematangkan kerja sama dengan beberapa pihak yang akan terlibat dalam produksi film, di samping mencari kepastian investor. Film kartun tiga dimensi ini dikerjakan oleh studio film lokal, yang sudah tersertifikasi AINAKI (Asosiasi Industri Animasi dan Kreatif Indonesia). “Kalau kita hitung dari sponsorship, merchandise, dan lain-lain, di satu tahun itu kita bisa mendapat revenue Rp 20 miliar, dengan modal Rp 6 miliar,” pungkas Shelvy.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X