Wajib SNI, Produsen Mainan Edukatif Lokal Makin Terpuruk.

Kompas.com - 10/02/2016, 19:44 WIB
|
EditorM Fajar Marta

Aturan ini efektif berlaku sejak 1 Mei 2014 lalu. Dengan aturan itu, para pelaku usaha dan distributor wajib menerapkan SNI mainan dan memastikan bahwa produk mainan anak yang diproduksi dan dijual memenuhi ketentuan SNI.

"Tapi saya baru tahunya tahun 2015 saat diundang sosialisasi mengenai SNI di Klaten. Saat itu diikuti sekitar 60 pengrajin seperti saya," ungkapnya.

Memang aturan ini bertujuan untuk melindungi konsumen sekaligus meningkatkan daya saing industri nasional dalam menghadapi era persaingan bebas ASEAN.

Namun kenyataannya, para produsen mainan lokal justru terpuruk dan terancam gulung tikar akibat terbentur aturan ini.

Suparjan mengaku peraturan wajib SNI untuk produk mainan sangat memberatkan bagi pelaku usaha skala kecil seperti dirinya.

Sebab biaya sertifikasi yang harus dikeluarkan sangat mahal sehingga akan membuat biaya produksi membengkak.

"Ya otomatis tidak berani mengajukan (SNI). Soalnya pernah menanyakan biayanya berapa, ternyata untuk satu item produk saja itu biayanya sekitar Rp 16 juta dan itu hanya berlaku enam bulan. Padahal produk kita sudah lebih dari 200 item," ungkapnya getir.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Semarang sebagai kepanjangan pemerintah mengaku tidak menutup mata terhadap kesulitan yang dihadapi para produsen mainan anak ini.

Menurut Kepala Bidang Perindustrian Disperindag Kabupaten Semarang Winarno, biaya terbesar bagi sertifikasi produk ini adalah untuk biaya uji laboratorium yang melibatkan pihak ketiga.

Pemkab Semarang bahkan pernah menganggarkan dana bantuan sertifikasi bagi produsen mainan serta pakaian bayi yang ada di wilayahnya, untuk mendorong daya saing di pasaran.

Halaman:


27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

IHSG Sesi I Ditutup Melemah, GOTO, ARTO, dan UNTR Jadi 'Top Losers' Indeks LQ45

IHSG Sesi I Ditutup Melemah, GOTO, ARTO, dan UNTR Jadi "Top Losers" Indeks LQ45

Whats New
Kementerian PUPR Distribusikan Prasarana dan Sarana Air Bersih dan Sanitasi untuk Pengungsi Gempa Cianjur

Kementerian PUPR Distribusikan Prasarana dan Sarana Air Bersih dan Sanitasi untuk Pengungsi Gempa Cianjur

Rilis
Pelemahan Rupiah Pengaruhi Kenaikan Harga Tahu dan Tempe

Pelemahan Rupiah Pengaruhi Kenaikan Harga Tahu dan Tempe

Whats New
Kerja Sama PIS dan NYK Jepang Perluas Pengangkutan LNG ke Pasar Internasional

Kerja Sama PIS dan NYK Jepang Perluas Pengangkutan LNG ke Pasar Internasional

Whats New
Cegah 'Fraud' pada 'Equity Crowdfunding', Ini yang Dilakukan LandX

Cegah "Fraud" pada "Equity Crowdfunding", Ini yang Dilakukan LandX

Whats New
Perbankan ASEAN Soroti Pentingnya Integrasi Sistem Pembayaran

Perbankan ASEAN Soroti Pentingnya Integrasi Sistem Pembayaran

Whats New
Cerita Sri Mulyani Kerap Dapat Tagihan Besar dari Bos Pertamina dan PLN

Cerita Sri Mulyani Kerap Dapat Tagihan Besar dari Bos Pertamina dan PLN

Whats New
Jadwal KRL Solo Jogja di Semua Stasiun sampai Palur Per Desember 2022

Jadwal KRL Solo Jogja di Semua Stasiun sampai Palur Per Desember 2022

Whats New
Rekrutmen Bersama BUMN Batch 2, Erick Thohir: 38 BUMN Siap Tampung 898 Calon Pegawai

Rekrutmen Bersama BUMN Batch 2, Erick Thohir: 38 BUMN Siap Tampung 898 Calon Pegawai

Whats New
Saham GOTO Kembali ARB pada Awal Perdagangan BEI

Saham GOTO Kembali ARB pada Awal Perdagangan BEI

Whats New
Cara Daftar Rekrutmen BUMN Batch 2

Cara Daftar Rekrutmen BUMN Batch 2

Work Smart
Nilai Tukar Rupiah Terus Membaik, Kini di Level Rp 15.427 per Dollar AS

Nilai Tukar Rupiah Terus Membaik, Kini di Level Rp 15.427 per Dollar AS

Whats New
BP Jamsostek untuk Pekerja Informal, Untung Banyak Hanya dengan Bayar Rp 36.800 Per Bulan

BP Jamsostek untuk Pekerja Informal, Untung Banyak Hanya dengan Bayar Rp 36.800 Per Bulan

Whats New
Kembali Tertekan, IHSG Melemah ke Level 6.900

Kembali Tertekan, IHSG Melemah ke Level 6.900

Whats New
Ombudsman: Badai PHK Massal Berdampak ke Kenaikan Jumlah Penganggur hingga Kemiskinan

Ombudsman: Badai PHK Massal Berdampak ke Kenaikan Jumlah Penganggur hingga Kemiskinan

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.