PTPN III Berencana Bangun Pabrik Minyak Goreng Berkapasitas 600.000 Ton Di Sei Mangke

Kompas.com - 18/07/2016, 18:49 WIB
Seremoni penunjukan PTPN III oleh pemerintah sebagai Holding Perkebunan di Jakarta, Senin (18/7/2016). Iwan Supriyatna/Kompas.comSeremoni penunjukan PTPN III oleh pemerintah sebagai Holding Perkebunan di Jakarta, Senin (18/7/2016).
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Induk holding BUMN Perkebunan yakni PT Perkebunan Nusantara III (PTPN III) berencana membangun pabrik minyak goreng di Sei Mangke, Sumatera Utara dengan kapasitas produksi 600.000 ton per tahun.

Direktur Utama PTPN III, Elia Massa Manik mengatakan, pabrik yang akan dibangun di atas lahan seluas 2.000 hektar pada tahun ini, membutuhkan investasi sebesar Rp 558 miliar. 

"Soal lahan sudah clear. Di sana kita punya 2.000 hektar, dengan nilai investasi Rp 558 miliar," ujar Elia di Jakarta, Senin (18/7/2016).

Menurut Elia, yang menjadi kendala saat ini adalah akses jalan ke Pelabuhan Kuala Tanjung.

Akses jalan masih minim dan jaringan gas di wilayah tersebut masih belum terpasang. "Ada masalah infrastruktur yang harus dibereskan, seperti aksesabiliti ke Pelabuhan Kuala Tanjung, masalah gas dan sebagainya," tutur Elia.

Pembangunan pabrik minyak goreng ini bukan tanpa alasan, PTPN III melihat bahwa kebutuhan akan minyak goreng dalam negeri cukup besar.

Dengan demikian pihaknya membuka kesempatan kepada swasta untuk terlibat dalam pembangunan pabrik minyak goreng tersebut.

"Kalau kita lihat dari 600.000 ton, demand sudah hampir 1,4 juta ton per tahun. Maka dari itu kita buka opsi partnership," pungkas Elia.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X