10 Persen Total Nasabah Penerima KUR Sudah Bisa Naik Kelas

Kompas.com - 24/10/2016, 14:00 WIB
Menteri Koperasi UKM AAGN Puspayoga dan Menteri Desa PDTT Eko Putro Sandjojo saat memberikan KUR di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Jumat (23/9/2016). Pramdia Arhando JuliantoMenteri Koperasi UKM AAGN Puspayoga dan Menteri Desa PDTT Eko Putro Sandjojo saat memberikan KUR di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Jumat (23/9/2016).
|
EditorAprillia Ika

GRESIK, KOMPAS.com – Kementerian Bidang Perekonomian melihat, Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang telah dilaksanakan, secara perlahan mulai mendorong peningkatan status usaha mikro menuju usaha kecil.

Menurut Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Bobby Hamzar Rafinus, sebanyak 10 persen dari total nasabah penerima KUR, saat ini bahkan sudah bisa naik kelas.

“Hal itu terlihat dari jumlah kredit yang didapat. Di mana biasanya nasabah atau pengusaha menerima KUR Rp 25 juta, namun pada periode berikutnya mendapatkan KUR dengan plafon yang lebih tinggi,” ucap Bobby, Senin (24/10/2016).

Dengan begitu, lanjut Bobby, pengusaha mikro perlahan menjadi pengusaha kecil, sementara pengusaha kecil mulai beranjak menjadi pengusaha menengah.

Dan hal ini, sudah sesuai dengan tujuan yang diharapkan oleh pemerintah. Sebab dari 58 juta usaha di Indonesia, 90 persen lebih merupakan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

“Program dengan subsidi bunga yang dijamin seperti KUR inilah, yang menjadi salah satunya bisa mendongkrak usaha mikro. Sebab dengan KUR, para pengusaha diharapkan akan mampu memenangi pasar dalam persaingan ketat,” jelasnya.

Ia lantas merujuk, beberapa pengusaha yang sebelumnya adalah nasabah KUR, sebagian kini sudah beralih menjadi nasabah kredit komersial. Untuk selanjutnya, hal itu diharapkan bakal terus berlanjut.

“Sejak 2007 hingga 2014, dari 12 juta pengusaha penerima KUR, satu juta diantaranya sudah naik kelas. Dan sampai tahun 2015, penerima KUR ada 15 juta. Dan kami berharap, akan ada penambahan pengusaha yang naik kelas antara 200 ribu hingga 300 ribu,” papar Bobby.

Untuk bisa mengubah pengusaha mikro dapat naik kelas, pihaknya juga berharap, ada kerja sama yang baik antara lembaga penyalur KUR dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), industri penjaminan dan pemerintah.

“Kerja sama ini utamanya, dalam hal memberikan pendampingan kepada nasabah KUR. Bimbingan yang diberikan, misalnya bisa meliputi sisi pengelolaan finansial, pemasaran, dan juga produksi,” kata dia.

Di sisi lain, Bobby juga mengungkapkan, bila angka kredit macet atau NPL KUR pada kuartal III 2016 menurun menjadi di bawah 0,2 persen, jika dibandingkan dengan 2015 yang masih berada di kisaran tiga persen.

“Sehingga kami juga berharap, keberadaan UMKM dapat terus menopang perekonomian nasional. Sebab, UMKM sudah terbukti mampu menolong perekonomian saat sedang terjadi krisis,” tutup Bobby.

Kompas TV Pemerintah Tambah 10 Bank Penyalur KUR



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X