Kompas.com - 15/12/2016, 16:07 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani sedang berbincang dengan para pengusaha besar nasional. IstimewaMenteri Keuangan Sri Mulyani sedang berbincang dengan para pengusaha besar nasional.
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorM Fajar Marta

Padahal, revisi pertumbuhan ekonomi belum lama dilakukan saat pemerintah mengajukan RAPBN-P 2016 dan disetujui DPR pada Juli 2016.

Perdebatan seputar penurunan target pertumbuhan ekonomi itu pun sempat panas di DPR.

Tidak cuma itu, Sri Mulyani juga berani menurunkan target pertumbuhan ekonomi 2017 menjadi hanya 5,1 persen.

Padahal Presiden Jokowi menyampaikan target pertumbuhan ekonomi di RAPBN 2017 mencapai 5,3 persen.

Pernyataan Jokowi itu disampikan saat ia membacakan asumsi makro dan nota keuangan RAPBN 2017 di dalam Sidang Paripurna DPR Agustus 2016 lalu.

Pertumbuhan ekonomi global yang melemah dan keinginan mengembalikan APBN yang kredibel menjadi alasan utama Sri Mulyani menurunkan target pertumbuhan ekonomi.

 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

5. Melobi para konglomerat

Program tax amnesty awalnya sempat diremehkan. Namun kehadiran Sri Mulyani mampu memutar balikan persepsi itu.

Pelaporan harta warga negara Indonesia (WNI) melalui program tersebut mampu tembus Rp 3.600 triliun pada periode pertama. Capaian yang tidak diduga-duga.

Di balik itu, sosok Sri Mulyani sangat berperan. Dialah yang melobi para konglomerat RI untuk ikut tax amnesty.

Halaman:
Baca tentang


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.