Menhub Minta Pelni dan ASDP Bina Kapal Swasta di Muara Angke

Kompas.com - 10/01/2017, 13:47 WIB
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi berbincang dengan penumpang saat kapal KM Express Bahari 3B menuju Kepulauan Seribu di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara, Selasa (10/1/2017). PT Pelni telah mengoperasikan 26 kapal penumpang yang melayari 90 lebih pelabuhan di Indonesia. PT Pelni juga mengoperasikan enam kapal Tol Laut dan 46 kapal perintis yang keduanya merupakan penugasan resmi dari Pemerintah. KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNGMenteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi berbincang dengan penumpang saat kapal KM Express Bahari 3B menuju Kepulauan Seribu di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara, Selasa (10/1/2017). PT Pelni telah mengoperasikan 26 kapal penumpang yang melayari 90 lebih pelabuhan di Indonesia. PT Pelni juga mengoperasikan enam kapal Tol Laut dan 46 kapal perintis yang keduanya merupakan penugasan resmi dari Pemerintah.
Penulis Achmad Fauzi
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta kepada PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) (Pelni) dan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) untuk membina kapal swasta yang melayani pelayaran ke Kepulauan Seribu. 

Dirinya mengatakan, pihaknya bersama dengan Pelni dan ASDP akan membuat suatu standar keselamatan, keamanan dan pelayanan yang baru kepada kapal swasta dalam melayani pelayaran ke Kepulauan Seribu. 

"Dengan standar baru itu, kami menugaskan kepada Pelni dan ASDP untuk membina pelayaran swasta yang ada di Pelabuhan Kali Adem," ujar Budi Karya saat ditemui di Pelabuhan Sunda Kelapa Jakarta, Selasa (10/1/2017). 

Budi Karya pun menegaskan, pihaknya tidak akan menghilangkan kapal swasta untuk melayani pelayaran ke Kepulauan Seribu.

KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG Kapal PT Pelni KM Express Bahari 3B dengan tujuan Kepulauan Seribu di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara, Selasa (10/1/2017). PT Pelni telah mengoperasikan 26 kapal penumpang yang melayari 90 lebih pelabuhan di Indonesia. PT Pelni juga mengoperasikan enam kapal Tol Laut dan 46 kapal perintis yang keduanya merupakan penugasan resmi dari Pemerintah.
Akan tetapi, jika kapal tersebut tidak memenuhi standar keamanan, maka akan digantikan dengan Kapal Pelni atau ASDP. 

"Kami akan lihat faktor keamanannya. Apabila memungkinkan akan kami pertahankan, justru kami lestarikan, tetapu kalo dari keamanannya tidak memungkinkan tentu akan kita gantikan," katanya. 

"Jadi tidak ada penghilangan atau penyingkiran dari fungsi-fungsi kegiatan ekonomi yang ada di Pelabuhan Kali Adem," tandasnya. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sekadar informasi, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sebelumnya telah menugaskan Pelni dan ASDP untuk melayani pelayaran ke Kepulauan Seribu.

Hal ini dilakukan, untuk memperbaiki sistem pelayaran pasca insiden terbakarnya KM Zahro Express. 

Kompas TV Menhub Akan Merombak Tata Kelola Pelabuhan



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X