Pemegang Saham Restui "Stock Split" dan "Rights Issue" PP Properti

Kompas.com - 27/01/2017, 16:37 WIB
Ilustrasi. www.shutterstock.comIlustrasi.
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com – Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT PP Properti Tbk (PPRO) yang dilaksanakan hari ini, Jumat (27/1/2017) menyetujui pelaksanaan pemecahan nilai nominal saham (stock split) dan penawaran saham terbatas (rights issue).

“Stock split PPRO akan mendorong likuiditas perdagangan saham PPRO di pasar modal,” kata Direktur Utama PP Properti Taufik Hidayat melalui rilis, Jumat.

Saat ini saham beredar PPRO mencapai 14,04 miliar lembar saham dengan saham yang kini dimiliki publik mencapai 4,91 miliar lembar saham.

Taufik menuturkan, pemecahan nilai nominal saham akan memperkuat aksi right issue dengan mendorong saham perseroan ke harga wajar yang ditetapkan analis sebesar Rp 1.420 per saham.

Rights issue akan dilakukan dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). “Kami merencanakan rights issue dengan target dana senilai Rp 1,5 triliun yang akan digunakan untuk ekspansi dan penambahan belanja modal,” kata Taufik.

Dia mengatakan pada tahun ini perseroan menyiapkan belanja modal mencapai Rp 1,9 triliun yang akan digunakan untuk melanjutkan rencana ekspansi proyek-proyek existing serta sejumlah proyek baru.

Agenda lain yang dibahas dalam RUPSLB yakni meminta persetujuan untuk mengubah anggaran dasar perseroan dan persetujuan penambahan dua orang komisaris. Calon komisaris yang diusulkan adalah Lukman Hidayat dan Kelik Wirawan Wahyu Widodo.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X