Pengusaha Nikel Minta Menteri Jonan Terbitkan Rekomendasi Ekspor Nikel Kadar Rendah

Kompas.com - 06/03/2017, 16:10 WIB
Ilustrasi nikel ShutterstockIlustrasi nikel
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Nikel Indonesia Ladjiman Damanik meminta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan untuk segera menerbitkan rekomendasi ekspor nikel.

Pasalnya, saat ini sudah ada 100 perusahaan yang mengajukan izin ekspor ke Kementerian ESDM namun belum juga diterbitkan izinnya oleh ESDM.

"Sebagian sudah mengajukan (ekspor). Rata-rata sudah mengajukan, karena kan semua anggota kami sudah berstatus Izin Usaha Pertambangan (IUP)," kata Ladjiman dalam keterangan tertulisnya, Senin (6/3/2017).

Ladjiman menjelaskan, sejumlah perusahaan penambang nikel berencana mengekspor nikel kadar rendah atau ore dengan kandungan nikel di bawah 1,7 persen. Sebab, sebagian besar smelter dalam negeri hanya bisa mengolah nikel kadar tinggi.

"Jadi kan kalau diekspor bisa memberikan nilai tambah," katanya. Menurut Ladjiman, nikel dengan kadar rendah ini bukan berarti tidak berguna sama sekali. Selama ini penambang selalu menyimpan nikel kadar rendah dengan harapan suatu saat harganya akan tinggi.

"Di Indonesia nikel kadar rendah itu tidak bisa digunakan. Tapi ini bukan waste, di luar negeri diperlukan. Suatu saat harganya akan sangat tinggi. Makanya kita berharap bisa melakukan ekspor itu," tutur Ladjiman.

Hal senada juga diungkapkan oleh Sekertaris Jenderal APSI Meidy Katrin. Menurut dia, para pengusaha yang mengajukan izin ekspor tersebut sudah memenuhi syarat yang diatur dalam Permen ESDM No 5 dan 6 Tahun 2017 diatur mengenai ekspor mineral mentah.

"Supaya yang nikel kadar rendah ini nggak waste, bisa kita ekspor. Kalau di luar negeri nikel kadar rendah ini sangat dibutuhkan," ungkapnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X