Industri Mebel Perlu Terus Berinovasi Mengikuti Selera Konsumen

Kompas.com - 12/03/2017, 14:00 WIB
Mebel Matala, mebel berbahan rotan yang bisa menjadi perabot di kantor. Arimbi RamadhianiMebel Matala, mebel berbahan rotan yang bisa menjadi perabot di kantor.
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengatakan industri furnitur dan kerajinan merupakan sektor yang berbasis lifestyle (gaya hidup) masyarakat.

Artinya, diperlukan inovasi desain produk yang mengikuti selera pasar terkini sehingga mampu bersaing dengan barang impor.

“Ada tiga faktor penting yang menentukan pengembangannya, yakni modal, teknologi, dan sumber daya manusia (SDM). Untuk mengembangkan SDM, Kementerian Perindustrian memfasilitasi pengembangan pendidikan vokasi melalui pembangunan politeknik khusus furnitur tahun ini di Semarang,” ujarnya melalui keterangan resmi saat pembukaan Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2017 di Jakarta.

Menperin menambahkan, supaya industri kerajinan nasional bisa kompetitif di pasar global, maka produknya harus memiliki nilai tambah tinggi, memanfaatkan sumber daya alam lokal, dan ramah lingkungan.

“Indonesia punya banyak bahan bakunya dan kaya akan budaya. Ini menjadi potensi yang kuat bagi kita,” tegasnya.

Pemerintah mendukung penuh industri furnitur dan kerajinan yang merupakan salah satu sektor padat karya berorientasi ekspor dengan serapan lebih dari 500.000 tenaga kerja di seluruh Indonesia.

"Kami menargetkan nilai ekspor mebel tahun ini sebesar 2 miliar dollar AS dan pada tahun 2020 mencapai 5 miliar dollar AS. Tujuan ekspor utama Indonesia adalah AS, Jepang dan Eropa Barat,” ungkapnya.

Oleh karena itu, lanjut Airlangga, pihaknya mengusulkan sektor andalan ini mendapatkan pemotongan pajak penghasilan. Dalam waktu dekat, Kemenperin akan membahas dengan Kementerian Keuangan agar isentif ini terlaksana tahun 2017.

“Investment allowance yang diwujudkan pada diskon PPh ini bisa digunakan untuk ekspansi usaha, jadi lapangan kerja meningkat, bukan untuk deviden,” jelasnya.

Selanjutnya, untuk turut memacu kinerja industri furniture dan kerajinan, Kemenperin telah mendorong melalui program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN).

"Agar regulasi pengadaan barang dan jasa pemerintah khususnya untuk pengadaan meja dan kursi sekolah bisa menggunakan rotan sebagai bahan bakunya, sehingga rotan Indonesia secara industri makin kokoh,” papar Airlangga.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X