Rekening Diblokir atas Permintaan Kantor Pajak, Ini Penjelasannya

Kompas.com - 22/03/2017, 22:47 WIB
Direktur Pelayanan dan Penyuluhan (P2) Humas Ditjen Pajak Hestu Yoga Saksama di Jakarta, Senin (14/11/2016). Yoga SukmanaDirektur Pelayanan dan Penyuluhan (P2) Humas Ditjen Pajak Hestu Yoga Saksama di Jakarta, Senin (14/11/2016).
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Siapa yang tak kaget saat mengetahui rekeningnya diblokir tiba-tiba oleh bank atas permintaan kantor pajak? Berapapun nilai uangnya, perasaan khawatir dan bingung pasti hinggap.

Sebenarnya, pemblokiran rekening atas permintaan kantor pajak bukanlah hal baru. Bahkan Direktorat Jenderal Pajak sudah bisa melakukan pemblokiran sejak 1997 silam.

"Itu (pemblokiran) hal yang sudah rutin kami lakukan," ujar Direktur Pelayanan dan Penyuluhan (P2) Humas Ditjen Pajak Hestu Yoga Saksama kepada Kompas.com, Jakarta, Rabu (22/3/2017).

Ya, petugas pajak memiliki kewenangan untuk meminta bank memblokir rekening nasabahnya. Ketentuan itu tercantum dalam Undang-undang Nomor 19 Tahun 1997 tentang Penagihan Pajak dengan Surat Pajak.

Dalam aturan itu, Direktorat Jenderal Pajak memiliki kewenangan untuk melakukan penagihan aktif kepada wajib pajak yang memiliki tunggakan pajak dan sudah berkekuatan hukum tetap.

Penagihan aktif itu tutur Hestu, meliputi penyitaan dan pelelangan harta penanggung pajak, pencegahan penanggung pajak, dan penyanderaan (gijzeling). Termasuk dalam penyitaan harta wajib pajak itu adalah memblokir rekening wajib pajak di bank.

"Jadi kantor pajak bisa meminta bank untuk memblokir rekening wajib pajak yang menunggak pajak," kata Hestu. "(Setiap permintaan pemblokiran) pasti sesuai dengan ketentuan, dan itu hal yang sudah rutin kami lakukan," sambungnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X