BI Harap Pemerintah Terus Lakukan Deregulasi

Kompas.com - 07/04/2017, 16:32 WIB
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Rabu (4/4/2017). Kompas.com/YOGA SUKMANADeputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Rabu (4/4/2017).
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) meminta pemerintah untuk terus melanjutkan momentum deregulasi. Bank sentral menyatakan, deregulasi mendorong peningkatan investasi yang akhirnya menggenjot perekonomian nasional.

Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara menuturkan, Presiden Joko Widodo telah melarang adanya penerbitan aturan baru di tingkat kementerian maupun lembaga yang bisa menghambat investasi.

"Pemerintah tidak berhenti lakukan analisa terhadap dampak deregulasi. Presiden sampaikan bahwa jangan ada peraturan-peraturan baru yang menghambat investasi dan jangan lupa bahwa kita ingin supaya ease of doing business membaik," kata Mirza di Jakarta, Jumat (7/4/2017).

Mirza menuturkan, target pemerintah untuk kemudahan investasi berada pada posisi 40 adalah hal yang perlu diwujudkan. Saat ini Indonesia masih menempati urutan 91 dari sebelumnya berada di posisi 109 dalam hal kemudahan berinvestasi.

"Asalkan kita terus deregulasi dan jaga inflasi dengan baik, anggaran bisa tetap sehat, defisit tetap terkendali katakan lah di sekitar 2,5 persen dari PDB, maka tekanan domestik akan membaik," ujar Mirza.

Indonesia pun dipandang Mirza harus tetap mewaspadai volatilitas dari luar negeri. Pasalnya, bank sentral AS Federal Reserve berencana menormalisasi balance sheet mereka dengan mengurangi surat berharga yang telah jatuh tempo.

"Apa dampaknya? Supply dari likuditas dollar AS di global akan berkurang. Tapi, sesuai statement The Fed, mereka akan melakukannya secara hati-hati dan jangan sampai menimbulkan gejolak," jelas Mirza.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER MONEY] Kebijakan Kontroversial Edhy Prabowo | Maybank Ganti Uang Winda Earl

[POPULER MONEY] Kebijakan Kontroversial Edhy Prabowo | Maybank Ganti Uang Winda Earl

Whats New
Cek Rekening, Subsidi Gaji Rp 1,2 Juta untuk Tahap V Termin Kedua Telah Disalurkan

Cek Rekening, Subsidi Gaji Rp 1,2 Juta untuk Tahap V Termin Kedua Telah Disalurkan

Whats New
Pandemi Bikin Transaksi Belanja Online Produk Kosmetik Naik 80 Persen

Pandemi Bikin Transaksi Belanja Online Produk Kosmetik Naik 80 Persen

Spend Smart
Gara-gara Rambut Susah Diatur, Akhirnya Mulai Bisnis Pomade Buatan Sendiri

Gara-gara Rambut Susah Diatur, Akhirnya Mulai Bisnis Pomade Buatan Sendiri

Smartpreneur
AirAsia Dapat Peringkat Tertinggi untuk Health Rating Versi Airlinerating

AirAsia Dapat Peringkat Tertinggi untuk Health Rating Versi Airlinerating

Rilis
Mendag Dorong UMKM Pasarkan Produk Secara Offline dan Online di Masa Pandemi

Mendag Dorong UMKM Pasarkan Produk Secara Offline dan Online di Masa Pandemi

Whats New
Sejumlah Program di Sektor Ketenagakerjaan Ini Bantu 32,6 Juta Orang Selama Pandemi, Apa Saja?

Sejumlah Program di Sektor Ketenagakerjaan Ini Bantu 32,6 Juta Orang Selama Pandemi, Apa Saja?

Whats New
Perlu Diskresi untuk Koperasi Multipihak

Perlu Diskresi untuk Koperasi Multipihak

Whats New
Wamendag: RCEP Bakal Berkontribusi Besar pada Ekonomi ASEAN

Wamendag: RCEP Bakal Berkontribusi Besar pada Ekonomi ASEAN

Whats New
IPC Lanjutkan Pembangunan Terminal Kalibaru, Ditargetkan Beroperasi 2023

IPC Lanjutkan Pembangunan Terminal Kalibaru, Ditargetkan Beroperasi 2023

Rilis
Ignasius Jonan Diangkat Jadi Komisaris Independen Sido Muncul

Ignasius Jonan Diangkat Jadi Komisaris Independen Sido Muncul

Whats New
Menaker: 2,1 juta Korban PHK Harusnya Dapat Karpet Merah, Hanya 95.559 yang Lolos Kartu Prakerja!

Menaker: 2,1 juta Korban PHK Harusnya Dapat Karpet Merah, Hanya 95.559 yang Lolos Kartu Prakerja!

Whats New
5 Tahun Beroperasi, Mandiri Capital Suntik Dana ke 14 Startup dengan Total Rp 1 Triliun

5 Tahun Beroperasi, Mandiri Capital Suntik Dana ke 14 Startup dengan Total Rp 1 Triliun

Whats New
Jelang Natal dan Tahun Baru, DAMRI Siapkan Ribuan Armada Bus Sehat

Jelang Natal dan Tahun Baru, DAMRI Siapkan Ribuan Armada Bus Sehat

Rilis
Profil Edhy Prabowo: Mantan Prajurit, Jagoan Silat, hingga Pengusaha

Profil Edhy Prabowo: Mantan Prajurit, Jagoan Silat, hingga Pengusaha

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X