Agar Daerah Menarik Bagi Investor, Ini Pesan Bappenas

Kompas.com - 15/04/2017, 14:00 WIB
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengatakan, agar setiap daerah menarik bagi investor harus memiliki Rencana Kerja Pemerintah (RKP) yang jelas.

Hal itu diungkapkan Bambang dalam acara Pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Provinsi (Musrenbangprov) Jawa Timur dengan tema “Memacu Pembangunan Infrastruktur dalam rangka Meningkatkan Industri, Perdagangan, Efektivitas dan Efisiensi Pembiayaan Pembangunan di Jawa Timur” untuk penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Timur 2018 pekan ini.

“Apabila Jawa Timur ingin pertumbuhan ekonomi tinggi supaya dapat menyejahterakan masyarakat, mengurangi kemiskinan dengan cepat, mengurangi pengangguran lebih besar, mau tidak mau investasi harus didorong,” jelas Bambang melalui keterangan resmi, Sabtu (15/4/2017).

Bambang memaparkan ada langkah-langkah yang perlu ditempuh oleh pemerintah daerah (pemda).

Pertama, pemda harus memastikan ada porsi yang cukup untuk investasi pemerintah.

"Investasi pemerintah itu bukan nilainya yang penting, tetapi tujuan dan kualitas dari investasi itu sendiri,” ungkap Bambang.

Kedua, untuk benar-benar mendorong pertumbuhan, pemda harus mendorong investasi yang berasal dari swasta.

Menurutnya, untuk dapat menarik para investor, pemda harus dapat menciptakan iklim investasi yang baik di seluruh wilayah Jawa Timur.

“Investor swasta akan sangat memilih dimana menginvestasi uangnya, sehingga mereka akan rewel atau banyak bertanya apabila di daerah terlalu banyak aturan yang menghambat terjadinya investasi. Jangan sampai hal-hal ini malah menjadi penghalang bagi investor untuk masuk ke daerah," paparnya.

Adapun salah satu terobosan yang dilakukan Kementerian PPN/Bappenas untuk mengatasi keterbatasan kapasitas fiskal nasional adalah dengan mengembangkan mekanisme pembiayaan non konvensional, seperti skema Pembiayaan Investasi Non Anggaran Pemerintah (PINA) yang melengkapi skema pembiayaan infrastruktur yang telah ada, yaitu skema Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) atau Public Private Partnership (PPP).

Menurut Menteri Bambang, skema-skema alternatif tersebut perlu didorong dan didukung semua pihak guna memacu percepatan penyediaan infrastruktur di Indonesia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Cek Status Kepesertaan BPJS Kesehatan Melalui WhatsApp

Cara Cek Status Kepesertaan BPJS Kesehatan Melalui WhatsApp

Whats New
Anjlok Lebih dari 1 Persen, IHSG Awal Sesi Tinggalkan Level 7.100

Anjlok Lebih dari 1 Persen, IHSG Awal Sesi Tinggalkan Level 7.100

Whats New
Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Spend Smart
Daftar Harga Emas Antam Hari Ini, Lengkap dari 0,5 Gram hingga 1.000 Gram

Daftar Harga Emas Antam Hari Ini, Lengkap dari 0,5 Gram hingga 1.000 Gram

Whats New
Konversi Elpiji ke Kompor Listrik untuk Atasi Oversupply PLN, Ini Saran Pengamat

Konversi Elpiji ke Kompor Listrik untuk Atasi Oversupply PLN, Ini Saran Pengamat

Whats New
Cara Cek Tagihan BPJS Kesehatan dengan NIK di HP, Bisa via WA

Cara Cek Tagihan BPJS Kesehatan dengan NIK di HP, Bisa via WA

Spend Smart
BSU 2022 Tahap 3 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penyalurannya

BSU 2022 Tahap 3 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penyalurannya

Whats New
Minim Sentimen, Simak Proyeksi IHSG Awal Pekan

Minim Sentimen, Simak Proyeksi IHSG Awal Pekan

Whats New
November Layani Penerbangan Umrah, Ini Persiapan Bandara Kertajati

November Layani Penerbangan Umrah, Ini Persiapan Bandara Kertajati

Rilis
Berapa Tarif Listrik Per kWh PLN Saat Ini?

Berapa Tarif Listrik Per kWh PLN Saat Ini?

Spend Smart
Lowongan Kerja Pegadaian untuk S1, Ini Persyaratannya

Lowongan Kerja Pegadaian untuk S1, Ini Persyaratannya

Work Smart
Ombudsman Minta DMO Dicabut, Mendag: Kalau Minyak Ngamuk, Emang di Sana Tanggung Jawab?

Ombudsman Minta DMO Dicabut, Mendag: Kalau Minyak Ngamuk, Emang di Sana Tanggung Jawab?

Whats New
[POPULER MONEY] Waktu Tepat untuk Membeli Emas | Mendag Zulhas: Masyarakat Tak Perlu Khawatir Kenaikan Harga Beras

[POPULER MONEY] Waktu Tepat untuk Membeli Emas | Mendag Zulhas: Masyarakat Tak Perlu Khawatir Kenaikan Harga Beras

Whats New
Ada Kasus BLT BBM Gagal Dicairkan, Mensos Risma Didesak Lakukan Pembenahan

Ada Kasus BLT BBM Gagal Dicairkan, Mensos Risma Didesak Lakukan Pembenahan

Whats New
Cara Transfer Pulsa Telkomsel, Indosat, XL, Tri, dan Smartfren

Cara Transfer Pulsa Telkomsel, Indosat, XL, Tri, dan Smartfren

Spend Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.