Akuisisi 7-Eleven, Charoen Pokphand Tunggu Persetujuan Induk Waralaba

Kompas.com - 15/05/2017, 21:50 WIB
Terpasang segel merah di Seven Eleven Budi Kemulian, Jakarta sejak 17 Desember 2013, lantaran minimarket tersebut belum memiliki izin bangunan. KOMPAS.com/Ummi Hadyah SalehTerpasang segel merah di Seven Eleven Budi Kemulian, Jakarta sejak 17 Desember 2013, lantaran minimarket tersebut belum memiliki izin bangunan.
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Direktur PT Charoen Pokphand Indonesia Tjiu Thomas Effendy mengungkapkan, terkait akuisisi bisnis waralaba 7-Eleven atau Sevel di Indonesia, pihaknya masih menunggu keputusan dari induk perusahaan waralaba tersebut yakni Seven & I Holding Co. Ltd.

Thomas mengakui, bahwa anak perusahaannya, Charoen Pokphand Restu Indonesia (CPRI) telah menyepakati akuisisi segmen bisnis dan aset yang dimiliki oleh PT Modern Sevel Indonesia (MSI).

Dia mengatakan pihaknya hanya mengakusisi dari sisi franchise dengan nilai mencapai Rp 1 triliun dari MSI, bukan membeli perusahaan tersebut. Kesepakatan tertuang dalam Business Acquisition Agreement dan diteken pada 19 April 2017 lalu.

"Mengenai Sevel, memang kami sudah tandatangani pada 19 April lalu. Tentu di dalam itu namanya conditional ada beberapa kondisi yang harus dipenuhi antara lain tentu persetujuan dari pada principal yang punya Sevel," ujarnya Tjiu di Gedung BPPT, Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (15/5/2017).

Menurutnya, proses akuisisi tersebut ditargetkan selesai pada Juni 2017. "Kami targetkan memang Juni. Kami beli franchise, bukan beli perusahaan. Kami tidak beli perusahaan yang pegang frachise (MSI), hanya beli bisnisnya. Makanya judulnya business acquisition agreement," papar Thomas.

Dari sisi dana akuisisi yang mencapai Rp 1 triliun, Thomas mengatakan, sumber dana tersebut murni berasal dari kas internal perusahaan. Kendati demikian, dirinya enggan menjelaskan lebih rinci terkait rencana pengembangan bisnis waralaba tersebut.

"Ini conditional jadi semuanya belum ada kepastian. Kalau sudah ada, baru kami bicara," jelasnya.

PT Charoen Pokphand Tbk mencaplok bisnis convenience store 7-Eleven. Nilai akuisisi 7-Eleven tersebut mencapai Rp 1 triliun. Sampai September 2016, jumlah jaringan 7-Eleven di Indonesia tercatat 166 gerai. Sepanjang tahun 2016, 25 gerai 7-Eleven di Indonesia telah ditutup.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X