Kompas.com - 11/08/2018, 06:46 WIB
Sandiaga Uno yang menjadi pasangan cawapres Prabowo Subianto saat akan datang ke gedung KPU RI, Jumat (10/8/2018). Kedatangan Prabowo-Sandi untuk mencalonkan diri sebagai calon presiden-calon presiden pada Pemilihan Presiden 2019. KOMPAS.com/DAVID OLIVER PURBASandiaga Uno yang menjadi pasangan cawapres Prabowo Subianto saat akan datang ke gedung KPU RI, Jumat (10/8/2018). Kedatangan Prabowo-Sandi untuk mencalonkan diri sebagai calon presiden-calon presiden pada Pemilihan Presiden 2019.

JAKARTA, KOMPAS.com - Bakal calon wakil presiden pendamping Prabowo Subianto, Sandiaga Salahuddin Uno, memiliki rekam jejak yang panjang sebagai seorang pengusaha.

Sebelum akhirnya melepas sejumlah kepemilikan di perusahaan-perusahaan miliknya karena mengemban jabatan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga punya peran besar dalam merintis dua perusahaan yang masih eksis sampai saat ini.

Dua perusahaan yang dimaksud adalah PT Recapital Advisors dan PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. Recapital maupun Saratoga merupakan perusahaan yang dimulai dan dijalankan Sandiaga bersama sejumlah rekannya ketika dia terkena dampak krisis moneter tahun 1997 silam dan sempat menjadi pengangguran selama beberapa bulan.

Dilansir oleh Bloomberg.com, tercatat bahwa Recapital merupakan perusahaan yang bergerak di bidang investasi dan jasa penasihat keuangan. Melalui anak usahanya Recapital juga bergerak di bidang lain, seperti asuransi jiwa dan layanan perbankan.

Baca juga: Bertemu Sandiaga, Menko Luhut Minta Tak Ribut-ribut soal Reklamasi

Recapital didirikan tahun 1997 dengan basis di Jakarta dan saat ini merupakan anak usaha dari PT Renaissance Capital Asia. Kantornya beralamat di Gedung Recapital lantai 10-11 di Jalan Adityawarman Kavling 55, Jakarta Selatan, dengan posisi eksekutif utama ditempati oleh Thomas Warren Shreve selaku CEO dan Sandiaga sebagai Co-Founder.

Sementara di jajaran dewan direksi, ada Rosan Perkasa Roeslani selaku Ketua dan dua anggota yaitu Elvin Ramli serta Bernardi Djumiril. Informasi lengkap mengenai Recapital terdapat di laman resminya, recapital.co.id, namun, ketika Kompas.com mengaksesnya pada Sabtu (11/8/2018) pagi, laman tersebut tidak bisa terbuka.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tidak lama setelah ada Recapital, Sandiaga bersama rekannya, Edwin Soeryadjaya, melihat ada peluang dari ketidakpastian ekonomi dan politik pada tahun 1997. Edwin merupakan pengusaha sekaligus anak kedua dari William Soeryadjaya, pendiri Astra International.

Mengutip laman resmi Saratoga di saratoga-investama.com, disebutkan bahwa Edwin dengan Sandiaga menangkap momen untuk menjajaki peluang investasi, di mana banyak investor saat itu memindahkan investasinya ke luar negeri.

Baca juga: Ikut Tax Amnesty, Sandiaga Uno Tidak Takut Dipolitisasi

Dari sana, didirikanlah Saratoga tahun 1998 dan terus beroperasi sampai saat ini. Saratoga merupakan perusahaan yang mengelola investasi sejumlah perusahaan hingga bisa merambah ke banyak sektor usaha melalui berbagai perusahaan yang bekerja sama dengan mereka.

Salah satu investasi yang dijajaki oleh Saratoga adalah di Adaro selaku perusahaan yang bergerak di bidang energi, khususnya batubara. Berkat Saratoga berinvestasi di Adaro tahun 2001, penawaran umum perdana atau IPO Adaro tahun 2008 mencatatkan angka yang terbesar di pasar modal Indonesia.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.