OJK: Agar Tak Terlilit Utang Pinjaman Online, Nasabah Harus Tahu Diri

Kompas.com - 19/03/2019, 15:03 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Keberadaan fintech peer to peer lending (P2P) atau pinjaman online memang memudahkan masyarakat kalangan menengah ke bawah untuk mengakses fasilitas kredit.

Tidak seperti bank yang memiliki persyaratan ketat, dengan pinjaman online seseorang bisa langsung menerima persetujuan penyaluran pinjaman hanya dengan mengajukan KTP. Namun, tak bisa dipungkiri pinjaman online kerap memberi tingkat bunga yang lebih besar dari perbankan.

Hal ini membuat banyak orang yang kemudian mudah tergiur hingga akhirnya terlilit utang lantaran pinjam dana di banyak platform fintech P2P lending lain.

Baca juga: Butuh Dana, Pilih Pinjaman Online atau Bank?

Deputi Komisioner Edukasi dan Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sardjito menjelaskan, agar tak mudah tergiur dengan berbagai tawaran pinjaman online dan berakhir terlilit utang, pengguna harus memahami kemampuan keuangan dirinya sendiri.

"Rupanya dari pengaduan yang sampai di OJK ada yang suami istri bisa pinjam di 20 P2P lending di saat bersamaan. Apa enggak luar biasa? Orang minjam di P2P lending memang mudah, tapi seorang konsumen harus tahu diri, jangan dimanfaatkan kemudian dengan utang ke sana ke mari," ujar Sardjito di Jakarta, Selasa (19/3/2019).

Baca juga: Per Januari 2019, Pengguna Pinjaman Online Mencapai 5 Juta Rekening

Untuk menghindari kasus di mana nasabah melakukan pinjaman lebih di satu platform, Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) bersama dengan OJK saat ini tengah membentuk Pusat Data Fintech Lending (Pusdafil).

AFPI akan memberikan data debitur mereka ke OJK. Selain itu, AFPI juga akan membuat platform blacklist antar anggota asosiasi yang berisi data nasabah-nasabah nakal.

Selain itu, Sardjito mengatakan, banyaknya pengguna pinjaman online yang melakukan pinjaman di platform ilegal juga sulit untuk dihindarkan. Pasalnya, keberadaan pinjaman online bagaikan jamur di musim hujan yang terus bertumbuh, meski di sisi lain pihak regulator terus berupaya untuk menghilangkan persebaran platform-platform tersebut di dunia maya.

"Biasanya mereka pinjam di P2P lending ilegal, kan kita susah matiinnya, karena dia dimatiin satu tumbuh lagi kan karena lewat internet," ujar dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Simak 5 Cara Pindah Faskes BPJS Kesehatan dan Syaratnya

Simak 5 Cara Pindah Faskes BPJS Kesehatan dan Syaratnya

Whats New
Pengertian E-commerce dan Bedanya dengan Marketplace

Pengertian E-commerce dan Bedanya dengan Marketplace

Whats New
Mengapa Rakyat Harus Menanggung Bunga Utang BLBI yang Dikorupsi Para Konglomerat?

Mengapa Rakyat Harus Menanggung Bunga Utang BLBI yang Dikorupsi Para Konglomerat?

Whats New
Mentan: Penghargaan Swasembada Beras dari IRRI Jadi Kado HUT Ke-77 RI

Mentan: Penghargaan Swasembada Beras dari IRRI Jadi Kado HUT Ke-77 RI

Whats New
Apa Itu Pendapatan per Kapita: Definisi, Fungsi, dan Rumusnya

Apa Itu Pendapatan per Kapita: Definisi, Fungsi, dan Rumusnya

Earn Smart
Indonesia Raih Penghargaan Swasembada Beras, Jokowi: Terima Kasih Para Petani atas Kerja Kerasnya...

Indonesia Raih Penghargaan Swasembada Beras, Jokowi: Terima Kasih Para Petani atas Kerja Kerasnya...

Whats New
IHSG Sepekan Naik 0,63 Persen, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp 9.333 Triliun

IHSG Sepekan Naik 0,63 Persen, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp 9.333 Triliun

Whats New
Lupa Nomor NPWP? Ini Cara Mudah Cek NPWP dengan NIK

Lupa Nomor NPWP? Ini Cara Mudah Cek NPWP dengan NIK

Whats New
Kenaikan Tarif Ojek Online Diundur, Gojek: Kami Pergunakan untuk Sosialisasi ke Mitra Driver

Kenaikan Tarif Ojek Online Diundur, Gojek: Kami Pergunakan untuk Sosialisasi ke Mitra Driver

Whats New
Kartu Prakerja Gelombang 41 Resmi Dibuka, Daftar di www.prakerja.go.id

Kartu Prakerja Gelombang 41 Resmi Dibuka, Daftar di www.prakerja.go.id

Whats New
Pluang Dorong Literasi Finansial untuk Kaum Perempuan dalam Kongres IPPNU XIX

Pluang Dorong Literasi Finansial untuk Kaum Perempuan dalam Kongres IPPNU XIX

Whats New
Ada Pekerjaan Pemeliharaan Ruas Tol Jagorawi Lagi, Simak Lokasi dan Jadwalnya

Ada Pekerjaan Pemeliharaan Ruas Tol Jagorawi Lagi, Simak Lokasi dan Jadwalnya

Whats New
Jokowi Klaim Stok Beras 10,2 Juta Ton dan 3 Tahun Belum Impor

Jokowi Klaim Stok Beras 10,2 Juta Ton dan 3 Tahun Belum Impor

Whats New
Mengenal Tanaman Sorgum, Pengganti Gandum asal Afrika Idaman Jokowi

Mengenal Tanaman Sorgum, Pengganti Gandum asal Afrika Idaman Jokowi

Whats New
Pentingnya Personal Branding untuk Proses Mencari Kerja

Pentingnya Personal Branding untuk Proses Mencari Kerja

Work Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.