Benarkah Saham Saratoga Anjlok Karena Sandiaga Kalah dalam Hitung Cepat?

Kompas.com - 18/04/2019, 15:23 WIB
Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno (kiri) dan istri Nur Asia Uno (kanan menunjukkan jari yang telah dicelup tinta usai melakukan pencoblosan dalam Pemilu 2019 di TPS 02, Jakarta, Rabu (17/4/2019). Sandiaga tiba di TPS sekitar pukul 07.30 Wib dengan didampingi oleh istri dan kedua anaknya, Anneesha Atheera Uno dan Amyra Atheefa Uno.ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno (kiri) dan istri Nur Asia Uno (kanan menunjukkan jari yang telah dicelup tinta usai melakukan pencoblosan dalam Pemilu 2019 di TPS 02, Jakarta, Rabu (17/4/2019). Sandiaga tiba di TPS sekitar pukul 07.30 Wib dengan didampingi oleh istri dan kedua anaknya, Anneesha Atheera Uno dan Amyra Atheefa Uno.

JAKARTA, KOMPAS.com - Harga saham PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) terjun bebas dalam beberapa hari terakhir. Per Kamis (18/4/2019), sebagaimana dikutip dari RTI, saham Saratoga berada di posisi 3530, turun 310 poin atau minus 8,07 persen.

Anjloknya saham Saratoga lantas dikaitkan dengan kontestasi politik, di mana pemiliknya, cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno, kalah suara dalam hitung cepat. Kandidat nomor urut 01 Joko Widodo dan Maruf Amin unggul dalam hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei.

Analis senior CSA Research Institute Reza Priyambada mengatakan, muncul reaksi negatif dari pelaku pasar bahwa kinerja Saratoga akan turun jika Sandi kalah. Namun, menurut dia, hasil Pemilu tak terlalu berdampak signifikan pada saham perusahaan tersebut.

Baca juga: Saham Perusahaan Sandiaga Terjun Bebas, Imbas Hasil Hitung Cepat?

"Terkait pemilu memang ada pengaruhnya tapi tidak terlalu signifikan. Lebih kepada investor dan analis suka menghubungkan satu kejadian dengan kejadian lain," ujar Reza kepada Kompas.com, Kamis (18/4/2019).

Reza menduga, ada faktor lain yang menyebabkan saham Saratoga terus merah. Diketahui, Saratoga melepas 19 juta saham melalui Bursa Efek Indonesia (BEI).

Transaksi dilakukan pada tanggal 8 April sebanyak 5 juta saham, 9 April sebanyak 2 juta saham, 10 April sebanyak 7 juta saham, dan 12 April sebanyak 5 juta saham.

Setelah transaksi, kepemilikan Sandiaga atas saham SRTG turun menjadi 586.365.429 dari 605.365.429, atau setara 21,61 persen dari sebelumnya 22,31 persen saham. 

Baca juga: Perusahaan Sandiaga Raih Pendapatan Rp 1,1 Triliun, Rugi Rp 6,2 Triliun

Menurut Reza, faktor tersebut lebih berdampak signifikan membuat saham Saratoga terus turun. Pasar membaca gelagat bahwa Sandi menjual saham untuk kepentingan politiknya. Sebab, tak ada pernyataan resmi yang menjelaskan alasan Saratoga melepas aset.

"Ketika Sandi lepas saham, asumsinya dia jual saham buat dana kampanye. Padahal belum tentu juga. Bisa saja dia buat menyiapkan bisnis lainnya," kata Reza.

"Karena tidak jelas infonya sehingga memunculkan asumsi tadi," lanjut dia.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X