Susi: Penenggelaman Kapal Asing Ilegal akan Dongkrak Perekonomian

Kompas.com - 04/05/2019, 19:50 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat memantau perairan Natuna di KRI Usman Harun Com Kementerian Kelautan dan Perikanan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat memantau perairan Natuna di KRI Usman Harun

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menegaskan bahwa penenggelaman kapal illegal fishing merupakan cara yang paling ampuh untuk menimbulkan efek jera ketimbang melelang kapal. 

Jika kapal hanya dilelang, maka bisa dibeli lagi oleh pihak tidak bertanggung jawab. Kapal tersebut kemudian digunakan lagi untuk melalukan illegal fiahing di Indoensia.

"Ini maling di negara kita, masa kita bingung menindaknya. Kalau dilelang, dipakai buat mencuri lagi, akhirnya dipakai kapal yang sama 2-3 kali buat nyuri. Apa kita mau bikin dagelan?" kata Susi dalam video yang diunggah akun Twitter resmi KKP, Sabtu (4/5/2019).

Dalam video itu, Susi tengah berbicara di depan jajaran pemerintah daerah, kejaksaan, hingga petugas KKP setempat sebelum prosesi penenggelaman kapal illegal fishing di Pontianak. 

Ia juga gemas dengan banyaknya pemilik kapal pelaku illegal fishing yang masih diberi kesempatan untuk banding dalam persidangan. Menurut dia, semestinya hakim secara tegas memutuskan untuk langsung menenggelamkan kapal seminggu berikutnya.

"Negara dizhalimi kok harus banding," kata dia.

Lagipula, kata Susi, satgas 115 maupun Polisi Air dan Angkatan Laut yang menangkap sudah pasti memiliki bukti kongkrit bahwa ada pelanggaran zona teritorial yang dilanggar kapal asing tersebut.

"Saya mohon kepada semua penegak hukum baik kejaksaan, pengadilan negeri yang memutuskan, demi kedaulatan sumber daya laut kita, bersatulah dan berkatalah tenggelamkan satu satunya punishment terbaik," kata Susi.

Tak hanya dari segi efek jera, Susi mengungkapkan dampak positif penenggelaman kapal bagi perekonomian Indonesia. Pada 2014, stok ikan turun menjadi 7,1 juta ton. Padahal, di tahun-tahun sebelumnya, bisa mencapai puluhan juta ton. Hal ini mengakibatkan mata pencarian nelayan berkurang hampir separuhnya dan 115 eksportir gulung tikar karena kekurangan bahan baku.

Di sisi lain, lebih dari 10.000 kapal asing dengan bebas beroperasi di Indonesia sehingga dianggap suatu hal yang biasa.

Halaman:


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X