Mentan "Blacklist" 56 Importir Bawang Putih

Kompas.com - 05/05/2019, 17:38 WIB
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman Dok. Humas Kementrian Pertanian Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengaku telah memberi daftar hitam (black list) kepada 56 importir bawang putih yang nakal. Mayoritas importir yang diblacklist berdomisili di Jakarta, Surabaya, dan Medan.

Dia mengaku tak akan segan-segan memberi daftar hitam kepada importir yang menjual harga bawang putih di atas Rp 25.000.

"Dengan demikian, harga bawang putih dan komoditas lainnya ke depan stabil. Petani dan pedagang sama-sama untung serta konsumen menikmati harga pangan yang murah," ujar Amran dalam keterangan tertulisnya, Minggu (5/5/2019).

Untuk menstabilkan harga bawang putih selama Ramadhan hingga Idul Fitri, Kementan menggelar operasi pangan murah.

Baca juga: Operasi Pasar, Mentan Ingin Harga Bawang Putih Maksimal Rp 30.000

Dalam operasi pasar ini, Kementan menggelontorkan empat kontainer bawang putih dengan kapasitas mencapai 30 ton per kontainer dengan harga Rp 25.000 per kg dan ditargetkan harga maksimal sampai ke konsumen Rp 30.000 per kg.

Selain bawang putih, kata Amran, Kementan juga menyediakan komoditas pangan lainnya di antaranya beras, minyak goreng dan gula. Untuk harga cabai, daging ayam dan telur ayam, Amran menyebutkan komoditas pangan ini justru mengalami deflasi di bulan Februari-Maret.

"Tahun ini kita jaga stabil. Kita harapkan harga menguntungkan di tingkat petani, peternak dan di tingkat konsumen harga tetap stabil. Caranya, disparitas harganya kita perkecil karena rantai pasoknya terlalu panjang," ucap dia.

Buktinya, pasokan cabai besar pada Mei 2019 sebesar 113.000 ton, sedangkan kebutuhan hanya 76.000 ton sehingga masih surplus 37.000 ton. Untuk cabai rawit pasokan 99.000 ton, kebutuhan 64.000 ton, surplus 35.000 ton.

"Sedangkan pasokan bawang merah 132.000 ton, sementara kebutuhan 112.000 ton sehingga surplus 20.000 ton," kata Amran.




Close Ads X