Bank Mandiri Investasikan 2,4 Triliun untuk Layanan Digital

Kompas.com - 13/05/2019, 13:42 WIB
Direktur TI dan Operasi Bank Mandiri, Rico Usthavia Frans (kiri) memaparkan persiapan pelaksanaan kompetisi tingkat nasional yaitu Hackathon 2019 di Kantor Bank Mandiri, Jakarta, Senin (13/5/2019). KOMPAS.com/MURTI ALI LINGGA Direktur TI dan Operasi Bank Mandiri, Rico Usthavia Frans (kiri) memaparkan persiapan pelaksanaan kompetisi tingkat nasional yaitu Hackathon 2019 di Kantor Bank Mandiri, Jakarta, Senin (13/5/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Mandiri akan menginvestasikan sekitar Rp 2,4 trilun pada tahun ini untuk memperkuat layanan digital.

Senior Vice President IT Strategy & Architecture Bank Mandiri Johannes Kolibonso, mengatakan, ada beberapa bagian yang menyerap dana investasi tersebut. Dana yang digunakan pun bervariasi di setiap lininya.

"Komposisinya sekitar Rp 500 miliar-Rp 600 miliar itu untuk digital ritel banking," kata Johannes di Plaza Mandiri, Jakarta, Senin (13/5/2019).

Johannes menjelaskan, selain digital ritel banking, dana tersebut juga diperuntukkan untuk pembenahan infrastruktur pendukung lainnya. Seperti network dan server.

"Network dan server kita yang perlu peremajaan dan peningkatan kapasitas," sebutnya.

Sementara itu, Direktur TI dan Operasi Bank Mandiri Rico Usthavia Frans, menambahkan, guna mendapatkan ide kreatif pihaknya menggelar kompetisi tingkat nasional yaitu Hackathon 2019. Gelaran ini dinamai dengan What the Hack! (WTH) dan berlangusung sejak 27-30 Juni.

Mereka yang terpilih dan terbaik akan membantu menjadi bagian dari Bank Mandiri dalam memberikan inovasi teknologi.

"Ide-ide dan orang-orangnya (yang dicari). Karena Bank Mandiri sejak berdiri 1998 itu banyak mengandalkan development dari luar," katanya.

Rico mengatakan, seiring perjalanan waktu dalam tiga atau empat tahun belakangan sudah mulai merekrut para profesional IT untuk mengikuti inhouse development. Apalagi, kebutuhan tenaga-tenaga profesional itu semakin dibutuhkan.

"Kita lihat kebutuhannya antara 500-750 orang yang harus direktut tahun ini saja. Kalau kita melakukan rekrumen dengan cara normal aja, mungkin akan sulit. Jadi salah satu trobosannya dengan Hackathon ini," ujarnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X