Ada Lebih dari 100 Titik Layanan Uang Elektronik di Jalur Mudik

Kompas.com - 20/05/2019, 17:26 WIB
Petugas jalan tol menawarkan kartau uang elektronik di gerbang pintu tol Jagorawi Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (16/10/2017). Sebanyak 1,5 juta uang elektronik  akan dibagikan gratis mulai 16 Oktober hingga 31 Oktober 2017. ANTARAFOTO/Yulius Satria Wijaya Petugas jalan tol menawarkan kartau uang elektronik di gerbang pintu tol Jagorawi Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (16/10/2017). Sebanyak 1,5 juta uang elektronik akan dibagikan gratis mulai 16 Oktober hingga 31 Oktober 2017.

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia ( BI) berkoordinasi dengan perbankan dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) dalam penyediaan layanan gerak uang elektronik di sepanjang jalur mudik. Terdapat lebih dari 100 titik layanan akan disebar di rest area mulai dari H-7 hingga H+7 Lebaran.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko mengatakan, layanan gerak tersebut dilaksanakan dalam rangka pemenuhan penyediaan penyelarasan saldo atau top up uang elektronik bagi pemudik yang melalui jalan tol.

"Perbankan juga akan menyediakan lebih dari 80.000 uang elektronik untuk mengantisipasi adanya permintaan uang elektronik oleh pengguna jalan tol," ujar Onny dalam siaran pers, Senin (20/5/2019).

Baca juga: Kebutuhan Uang Tunai selama Ramadhan dan Lebaran Capai Rp 217,1 Triliun

Onny menambahkan, bank sentral dan perbankan juga melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai penggunaan uang elektronik serta menyediakan call center untuk mengantisipasi adanya kendala transaksi di lapangan.

Layanan gerak uang elektronik di jalur mudik merupakan langkah lanjutan BI setelah terbitnya Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 20/6/PBI/2018 tentang Uang Elektronik. Salah satu poinnya mengatur perubahan saldo maksimum uang elektronik unregistered yang semula Rp 1 juta menjadi Rp 2 juta.

Hal ini ditempuh guna merespon integrasi beberapa ruas tol yang mulai beroperasi tahun ini dan telah 100 persen pembayarannya nontunai. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pelaksanaan mudik berjalan lancar, terutama kesiapan teknis sarana pembayaran di gerbang tol.

Baca juga: Penggunaan Uang Elektronik Melonjak 77,6 Persen

Selain itu juga memastikan kecukupan penyediaan backup alat pembayaran, tersedianya stok kartu uang elektronik di sepanjang jalur tol, ketersediaan sarana top up uang elektronik, hingga membuka posko mudik untuk membantu pelayanan perbankan.

"BI juga mengimbau seluruh masyarakat, khususnya pemudik, menyiapkan kartu uang elektronik dengan saldo yang cukup, merawat dan menjaga agar kartu tidak rusak," terang Onny.

Dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat pada saat arus mudik, BI juga melaksanakan program Peduli Mudik dengan tema “Fitrah Bersama Rupiah” yang akan dilaksanakan pada 29 Mei hingga 2 Juni 2019 di KM 57 Tol Jakarta-Cikampek.

Pada periode tersebut, BI akan menyediakan fasilitas penukaran uang pecahan kecil, penjualan kartu dan top-up uang elektronik, dan refreshment untuk pemudik.

 




Close Ads X