Darmin: Dampak Demonstrasi terhadap Rupiah dan IHSG Hanya Sementara

Kompas.com - 22/05/2019, 12:31 WIB
Ilustrasi THINKSTOCKSIlustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menilai dampak demonstrasi yang berakhir ricuh di depan Gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dini hari tadi terhadap melemahnya nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hanya sementara.

Sebab, koreksi terhadap IHSG dan rupiah menurutnya hanya berupa sentimen yang akan berangsur membaik seiring dengan kian stabilnya kondisi politik dalam negeri.

"Ya itu namanya euforia pasar, pasar itu suka sentimental aja. Jadi besok ada koreksinya dia bikin. Itu kalau sentimen bukan sesuatu yang riil nanti dia koreksi sendiri," ujar Darmin di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Rabu (22/5/2019).

Baca juga: Menko Darmin Nilai Wajar Rupiah dan IHSG Tertekan Hari Ini

Kurs rupiah pada perdagangan hari ini, dibuka melemah di pasar spot Bloomberg pada level Rp 14.488 per dollar AS setelah pada perdagangan kemarin ditutup pada level Rp 14.480 per dollar AS.

Adapun berdasarkan pemantauan Kompas.com pada pukul 10.30 WIB nilai tukar rupiah sudah bertengger pada posisi Rp 14.512,5 per dollar AS, melemah 32,5 poin atau 0,22 persen dibanding penutupan lalu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di sisi lain, IHSG pun dibuka melemah pada posisi 5.948 sementara pada perdagangan kemarin ditutup pada level 5.951.

Baca juga: Pasca Rekapitulasi Suara, Rupiah Melemah Setelah 22 Mei

Darmin mengatakan, tertekannya nilai tukar rupiah serta IHSG merupakan hal yang wajar seiring dengan adanya aksi demonstrasi yang berbuntut kerusuhan di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat.

"Tentu saja (rupiah dan IHSG tertekan)," ujar dia.

Sebelumnya, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira mengatakan nilai tukar rupiah akan mengalami koreksi ke Rp 14.500 hingga Rp 14.600 per dollar AS setelah 22 Mei 2019.

Baca juga: KPU Umumkan Hasil Rekapitulasi Pilpres, IHSG Melesat

"Sementara IHSG naik lebih ditopang oleh investor domestik," ujar Bhima ketika dihubungi Kompas.com, Selasa (21/5/2019).

Faktor yang membuat pergerakan rupiah diprediksi kembali melemah adalah kondisi saat ini berbeda dari tahun 2014, di mana optimisme pelaku pasar pasca pemilu cukup tinggi.

Namun saat ini, ekspektasi pelaku pasar tidak setinggi kala itu. Pasalnya, jika dilihat dari tren kepemimpinan Jokowi dalam lima tahun terakhir, perekonomian tumbuh di kisaran 5 persen.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bertambah 5, Ini Daftar Obligor/Debitor yang Temui Satgas Seminggu Terakhir

Bertambah 5, Ini Daftar Obligor/Debitor yang Temui Satgas Seminggu Terakhir

Whats New
Wamen BUMN Beberkan 2 Kendala Pembentukan Holding Ultra Mikro

Wamen BUMN Beberkan 2 Kendala Pembentukan Holding Ultra Mikro

Whats New
Kerap Ditanya Warga Untuk Apa Bayar Pajak, Ini Jawaban Sri Mulyani

Kerap Ditanya Warga Untuk Apa Bayar Pajak, Ini Jawaban Sri Mulyani

Whats New
PLN Cari Mitra Usaha Buat Bangun 101 SPKLU, Minat?

PLN Cari Mitra Usaha Buat Bangun 101 SPKLU, Minat?

Smartpreneur
Pencairan PMN Rp 20 Triliun untuk IFG Masuk Tahap Finalisasi

Pencairan PMN Rp 20 Triliun untuk IFG Masuk Tahap Finalisasi

Whats New
Komunitas Warteg: Pemerintah Perlu Menyubsidi Biaya Pendirian Koperasi UMKM

Komunitas Warteg: Pemerintah Perlu Menyubsidi Biaya Pendirian Koperasi UMKM

Whats New
Sri Mulyani Soroti Provinsi Banten gara-gara Belanja Bansos Rendah

Sri Mulyani Soroti Provinsi Banten gara-gara Belanja Bansos Rendah

Whats New
Sri Mulyani Sayangkan Dana Pemda untuk Bansos Menumpuk di Bank

Sri Mulyani Sayangkan Dana Pemda untuk Bansos Menumpuk di Bank

Whats New
Bank Jago Punya Layanan Keuangan Syariah, Bisa Diakses secara Digital

Bank Jago Punya Layanan Keuangan Syariah, Bisa Diakses secara Digital

Whats New
Sri Mulyani Minta Pemda Tepat Waktu Bayar Insentif Tenaga Kesehatan

Sri Mulyani Minta Pemda Tepat Waktu Bayar Insentif Tenaga Kesehatan

Whats New
Hari Maritim Nasional, Menhub: Potensi Bahari Harus Dimanfaatkan untuk Ekonomi Bangsa

Hari Maritim Nasional, Menhub: Potensi Bahari Harus Dimanfaatkan untuk Ekonomi Bangsa

Whats New
Dukung UMKM Go Digital, OttoPay Maksimalkan Sistem Pencatatan Transaksi dan Stok Barang

Dukung UMKM Go Digital, OttoPay Maksimalkan Sistem Pencatatan Transaksi dan Stok Barang

Rilis
IndiHome Gangguan, Telkom Janjikan Beri Kompensasi ke Pelanggan

IndiHome Gangguan, Telkom Janjikan Beri Kompensasi ke Pelanggan

Whats New
Bangun Kabel Listrik Bawah Laut, Sun Cable Suntik Dana Investasi ke RI Rp 36,6 Triliun

Bangun Kabel Listrik Bawah Laut, Sun Cable Suntik Dana Investasi ke RI Rp 36,6 Triliun

Whats New
IHSG Ditutup Naik 0,56 Persen, Asing Borong BBRI, BBCA, dan BUKA

IHSG Ditutup Naik 0,56 Persen, Asing Borong BBRI, BBCA, dan BUKA

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.