Dua Pekan Jelang Lebaran, Harga Komoditas Pangan Stabil

Kompas.com - 23/05/2019, 19:29 WIB
Pedagang daging, Mimin menjajakan daging segar di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (17/5/2019). /KOMPAS.com KOMPAS.com/MURTI ALI LINGGAPedagang daging, Mimin menjajakan daging segar di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (17/5/2019). /KOMPAS.com

JAKARTA, KOMPAS.com - Dua pekan menjelang Hari Raya Idul Fitri, harga sejumlah komoditas pangan di pasaran terpantau stabil.

Ketua Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Abdullah Mansuri mengatakan, harga sejumlah komoditas pangan saat ini terbilang stabil karena pada minggu kedua dan minggu ketiga bulan puasa permintaan menurun.

“Sekarang memang sedang turun ya masuk pada fase kedua puasa, fase dimana permintaan menurun harga juga standar, tidak tinggi, tidak rendah,” kata Mansuri, Kamis (23/5/2019).

Baca juga: Bagaimana Kondisi Harga dan Ketersediaan Bahan Pokok Jelang Lebaran?

Meski begitu, ia meminta pemerintah mewaspadai harga komoditas pangan pada minggu keempat atau minggu terakhir bulan puasa menjelang Hari Raya Idul Fitri. Pasalnya, semua komoditas pangan berpotensi naik pada rentang waktu tersebut.

Terlebih jika tidak ada jaminan pasokan dari pemerintah.

“Fase menjelang lebaran naik karena permintaannya tinggi, ketersediaan stoknya yang belum diketahui. Ini kan persoalan supply dan demand kalau soal Lebaran. Pemerintah perlu memastikan stok aman menjelang Lebaran,” ucap dia.

Baca juga: Impor Daging Naik Tajam Jelang Lebaran

Ikappi menjelaskan, hingga saat ini harga minyak goreng curah Rp 12.500 per liter, cabai merah keriting Rp 33.500 per kilogram (kg), cabai rawit hijau Rp 30.300 per kg, ayam broiler Rp 37.300 per ekor, gula pasir Rp 13.300 per kg. Sedangkan daging sapi murni Rp 119.000 per kg, dan daging sapi khas berada di kisaran Rp 125.000–Rp 126.000 per kg.

Mansuri meminta pemerintah melakukan sejumlah upaya guna memastikan ketersediaan pasokan dan harga agar tidak naik menjelang lebaran.

“Saya minta untuk diselesaikan disisir satu per satu komoditas itu, komoditas apa saja yang kurang, yang perlu diperbanyak apa saja, perlu di cross check oleh pemerintah dan diselesaikan. Itu yang membuat harga tidak tinggi,” tutur dia.

Baca juga: Jelang Ramadhan, Impor Daging hingga Sepatu Lari Meningkat

Sementara itu, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Tjahya Wijayanti bilang, pada H-9 sampai H-1 menjelang lebaran pemerintah akan melakukan pemantauan harga dan pasokan secara intensif di 205 pasar tradisional di 82 Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia. Kementerian Perdagangan, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, Bulog, Satgas Pangan, dan pelaku usaha dalam pemantauan dan ketersediaan pasokan tersebut.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X