Konsumsi Turun, 20 Pembangkit Listrik akan Dimatikan saat Lebaran

Kompas.com - 23/05/2019, 22:18 WIB
 Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah PT PLN (Persero), Amir Rosidin (tengah), mendampingi Menteri ESDM, Ignasius Jonan (kiri) saat mengunjungi PT PLN (Persero) Area Pengatur Beban (APB) Jawa Tengah dan DIY, di Ungaran, Kabupaten Semarang, Rabu (18/4/2018) sore. KOMPAS.com/Syahrul Munir Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah PT PLN (Persero), Amir Rosidin (tengah), mendampingi Menteri ESDM, Ignasius Jonan (kiri) saat mengunjungi PT PLN (Persero) Area Pengatur Beban (APB) Jawa Tengah dan DIY, di Ungaran, Kabupaten Semarang, Rabu (18/4/2018) sore.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT PLN (persero) akan mematikan 20 pembangkit listriknya di area Jawa dan Bali selama periode Lebaran 2019. Hal tersebut dilakukan karena adanya penurunan konsumsi listrik saat lebaran.

“Kita padamkan sekitar 10.000 MW. Pembangkit-pembangkit di Jawa dan Bali ini banyak. Ini lebih dari 20 pembangkit (yang dimatikan,” ujar Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah Amir Rosidin di Depok, Jawa Barat, Kamis (23/5/2019).

Amir melanjutkan, pembangkit listrik yang akan dimatikan tak hanya milik PLN saja. Pembangkit milik IPP (Independent Power Producer) juga turut dimatikan.

Saat nanti dimatikan, pengelola pembangkit akan memanfaatkan waktu tersebut untuk melakukan pemeliharaan.

Baca juga: PLN Tawarkan Layanan Energi Terbarukan untuk Pelanggan Industri

“Sekali lagi, kalau dimatikan itu memang bebannya rendah, maka itu dimatikan. Dan itu berikan kesempatan pada pengelola pembangkit untuk lakukan simple inspection, karena kalau masuk ke pemeliharaan itu ada simple inspection, minor overhaul, major overhaul. Ada macam macam," kata Amir.

Sebelumnya, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) memprediksi adanya penurunan konsumsi listrik saat Lebaran 2019. Penurunan konsumsi listrik ini bisa mencapai 35 persen dibanding konsumsi di hari normalnya.

“Turun sekitar 30 sampai 35 persen turun beban puncaknya,” ujar Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah Amir Rosidin di Pusat Pengatur Beban (P2B) Gandul, Depok, Jawa Barat, Kamis (23/5/2019).

Sementara itu, lanjut Amir, untuk konsumsi listrik Jawa-Bali mengalami penurunan mencapai 60 persen. Pada saat Lebaran beban puncak listrik sebesar 17.179 Mega Watt (MW), sementara daya mampu pasok sebesar 27.817 MW.

Perkiraan konsumsi tersebut mengalami penurunan 56 sampai 60 persen.

Baca juga: PLN Beri Diskon 50 Persen untuk Biaya Tambah Daya, Ini Informasinya

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X