Cerita 20 Jam Bantuan BUMN Tembus Banjir Konawe Utara

Kompas.com - 17/06/2019, 10:14 WIB
Personel Basarnas Kendari mengevakuasi warga yang terjebak banjir bandang dengan perahu karet di Kecamatan Dangia, Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Minggu (9/6/2019). Banjir bandang merendam 11 desa di 3 kecamatan di Kabupaten Kolaka Timur akibat luapan Sungai Konaweha disebabkan intensitas hujan tinggi dan data sementara BPBD Kolaka Timur sebanyak 35 unit rumah terendam, 130 hektare sawah terendam dan 6 desa lain di wilayah tersebut belum bisa diakses disebabkan jalan terputus. ANTARA FOTO/JOJONPersonel Basarnas Kendari mengevakuasi warga yang terjebak banjir bandang dengan perahu karet di Kecamatan Dangia, Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Minggu (9/6/2019). Banjir bandang merendam 11 desa di 3 kecamatan di Kabupaten Kolaka Timur akibat luapan Sungai Konaweha disebabkan intensitas hujan tinggi dan data sementara BPBD Kolaka Timur sebanyak 35 unit rumah terendam, 130 hektare sawah terendam dan 6 desa lain di wilayah tersebut belum bisa diakses disebabkan jalan terputus.

JAKARTA, KOMPAS.com - Hujan dengan intensitas tinggi dan meluapnya 3 sungai di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara membuat 6 kecamatan terendam banjir.

Dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, lebih dari 7.000 orang mengungsi dan lebih dari 200 unit rumah rusak akibat banjir yang terjadi sejak awal Juni 2019.

Kondisi ini menggugah banyak pihak untuk memberikan bantuan, salah satunya yakni Kementerian BUMN melalui Yayasan Hadir Untuk Negeri.

Namun upaya membawa bantuan ke Konawe Utara justru jadi cerita. Sebab kabupaten tersebut ternyata sulit untuk ditembus karena tingginya air dan sulitnya medan. Butuh waktu lebih dari 10 jam menembus Konawe Utara.

Baca juga: Empat BUMN Masuk Daftar Perusahaan Publik Terbesar di Dunia

"Mobil double cabin yang dibawa yayasan terkena hambatan banjir di Desa Pohara," cerita Kepala Bidang Keuangan dan Logistik Yayasan BUMN Hadir Untuk Negeri, Amos Tarigan dalam siaran pers, Senin (17/6/2019).

"Banjir setinggi hampir 1,5 meter tak bisa dilewati. Sehingga, mobil tersebut hanya bisa lewat dengan menggunakan sampan darurat," sambungnya.

Bahkan lanjut Amos, truk-truk yang mengangkut bantuan juga harus dimodifikasi agar melewati banjir-banjir sepanjang perjalanan menuju Konawe Utara.

Akhirnya setelah menembus banjir dan jalan lumpur, bantuan bisa tiba di lokasi terdampak bencana setelah menempuh perjalanan hingga 20 jam.

Bantuan itu terdiri dari 5 unit genset berkapasitas 1.000 watt, 20 unit tabung gas, 10 buah terpal atau tenda, 100 karung beras, 100 dus air mineral botol, 50 unit matras, 2 unit tangki air 1.500 liter.

Selain itu ada 180 pcs pakaian wanita, 120 pcs pakaian dalam wanita, 60 pcs pakaian dalam anak-anak, 120 pcs celana, 180 pcs kaos laki-laki, 188 pcs selimut, 50 buah senter dan baterai, hingga 120 pcs handuk.

Enam kecamatan yang terendam banjir yakni Kecamatan Andowia, Kecamatan Asera, Kecamatan Okeo, Kecamatan Landawe, Kecamatan Wiwirani dan Kecamatan Langgikima.

Menurut data BPBD.Konawe Utara, Sultra, jumlah pengungsi akibat banjir yang melanda daerah itu mencapai 7.513 jiwa. Sementara jumlah rumah yang rusak sebanyak 202 unit.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X