Boeing Terbuka untuk Ganti Nama 737 Max...

Kompas.com - 18/06/2019, 08:09 WIB
Pesawat Boeing 737 MAX 8 parkir di tarmac pabrik pesawat Boeing di Renton, Washington, Amerika Serikat, 8 Desember 2015. Pesawat ini merupakan seri terbaru dan populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui. AFP PHOTO/JASON REDMONDPesawat Boeing 737 MAX 8 parkir di tarmac pabrik pesawat Boeing di Renton, Washington, Amerika Serikat, 8 Desember 2015. Pesawat ini merupakan seri terbaru dan populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui.

JAKARTA, KOMPAS.com - Chief Financial Officer Boeing.co, Greg Smith mengungkapkan Boeing terbuka untuk mengganti nama 737 Max-nya yang baru-baru ini mengalami 2 kecelakaan tragis di Ethiopia dan Indonesia.

"Saya sampaikan kami berkomitmen untuk melakukan apapun yang perlu kami lakukan untuk memulihkan namanya. Jika itu berarti mengubah nama atau mereknya, maka kami akan melakukannya. Jika tidak, kami akan mengatasi apa pun yang merupakan prioritas tertinggi," kata Greg Smit dikutip dari CNN, Selasa (18/6/2019).

Meski terbuka, namun saat ini dia tidak ada rencana untuk mengubah nama. Dibanding mengubah nama, kata Smith, perusahaannya akan fokus pada pemulihan keamanan pesawat. Pihaknya pun tak tahu kapan Boeing 737 Max akan diizinkan terbang kembali.

Baca juga: Soal 737 Max, Boeing Mengaku Telah Membuat Kesalahan

Sebelumnya, Presiden Amerika Donald Trump juga mengusulkan penggantian nama 737 Max untuk menggenjot penjualan. Dalam sebuah tweet-nya pada April lalu, Trump mengatakan pihaknya akan mengganti merek seandainya dirinya menjadi Boeing.

"Jika saya Boeing, saya akan MEMPERBAIKI Boeing 737 MAX, menambahkan beberapa fitur hebat tambahan, dan MENGGANTI pesawat dengan nama baru," begitu ungkapan Trump dalam tweet-nya.

Diketahui, Pesawat tipe 737 Max merupakan penjualan terlaris Boeing dengan pesanan hampir 5.000 jet. Tapi sejak kecelakaan fatal menimpa Ethiopian Airlines dan Lion Air di Indonesia Boeing mengaku tak menerima pesanan baru.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut pakar penerbangan, Kecelakaan tragis yang menimpa Boeing kemudian mengganti namanya, tetap tidak akan membuat maskapai lain melihat Boeing secara berbeda. Namun, Kebanyakan penumpang yang membeli tiket sering tak menyadari pesawat jenis apa yang mereka terbangi.

"Kebanyakan orang tidak tahu apakah mereka terbang dengan Airbus atau Boeing Mereka melihat harga tiket," kata Shem Malmquist, penyelidik kecelakaan dan profesor tamu di Florida Institute of Technology.

Malmquist mengatakan, kecelakaan ValuJet bisa menjadi inspirasi. Sebab, ValuJet mengubah namanya menjadi AirTran di tahun 1997 setelah mengalami kecelakaan tragis 1 tahun sebelumnya. Tapi tentu ini tak akan mudah dilakukan oleh Boeing karena publisitas kecelakaan tragis pesawat telah tersebar luas di era media sosial seperto saat ini.

CEO Boieng Dennis Muilenburg pun mengakui, akan membutuhkan waktu untuk mengembalikan kepercayaan penumpang pesawat pada 737 Max. Namun dia yakin penumpang akan kembali memiliki kepercayaan pada pesawat. Bahkan akan menjadi pesawat yang paling aman setelah diijinkan untuk terbang lagi.



Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Status PKPU Telah Dicabut, Dirut BATA: Sifatnya Utang Bisnis, Itu Normal

Status PKPU Telah Dicabut, Dirut BATA: Sifatnya Utang Bisnis, Itu Normal

Whats New
[TREN BOLA KOMPASIANA] 'Playmaker In Chief' Milik Denmark | Cara Prancis Taklukkan Jerman | Messi di Copa America 2021

[TREN BOLA KOMPASIANA] "Playmaker In Chief" Milik Denmark | Cara Prancis Taklukkan Jerman | Messi di Copa America 2021

Rilis
Optimistis di Tengah Pandemi, Sepatu Bata Fokus pada 2 Hal Ini

Optimistis di Tengah Pandemi, Sepatu Bata Fokus pada 2 Hal Ini

Whats New
Kuartal I-2021, Generali Indonesia Catatkan Premi Rp 878 Miliar

Kuartal I-2021, Generali Indonesia Catatkan Premi Rp 878 Miliar

Whats New
Dari Mobil Depot hingga Punya 30 Cabang, Pemilik Cincau Station Beberkan Rahasia Kesuksesannya

Dari Mobil Depot hingga Punya 30 Cabang, Pemilik Cincau Station Beberkan Rahasia Kesuksesannya

Work Smart
Ciptakan 'Link and Match' Lulusan BLK dan Industri, Kemenaker Kerja Sama dengan 4 Perusahaan

Ciptakan "Link and Match" Lulusan BLK dan Industri, Kemenaker Kerja Sama dengan 4 Perusahaan

Rilis
Simak, Begini Cara Mencairkan JHT BPJS Ketenagakerjaan Online

Simak, Begini Cara Mencairkan JHT BPJS Ketenagakerjaan Online

Whats New
Daftar Perusahaan Gadai yang Terdaftar dan Barizin di OJK

Daftar Perusahaan Gadai yang Terdaftar dan Barizin di OJK

Spend Smart
[TREN FILM KOMPASIANA] 'Racket Boys', Menaikkan Pamor Bulutangkis Negeri Gingseng | 'Them', tentang Rasisme dan Kengeriannya

[TREN FILM KOMPASIANA] "Racket Boys", Menaikkan Pamor Bulutangkis Negeri Gingseng | "Them", tentang Rasisme dan Kengeriannya

Rilis
JICT Evaluasi Vendor Outsourcing yang Pekerjanya Terlibat Pungli

JICT Evaluasi Vendor Outsourcing yang Pekerjanya Terlibat Pungli

Whats New
Generali Bayar Klaim Terkait Covid-19 Senilai Rp 121 Miliar

Generali Bayar Klaim Terkait Covid-19 Senilai Rp 121 Miliar

Whats New
Langgar Ketentuan, KKP Amankan Kapal RI di Selat Makassar

Langgar Ketentuan, KKP Amankan Kapal RI di Selat Makassar

Whats New
Ini Strategi JICT Berantas Praktik Pungli

Ini Strategi JICT Berantas Praktik Pungli

Whats New
Pemerintah Janjikan Insentif Pajak untuk Barang-barang yang Selama Ini Kena PPN

Pemerintah Janjikan Insentif Pajak untuk Barang-barang yang Selama Ini Kena PPN

Whats New
Damri Mengalami Kerugian hingga Tangguhkan Pembayaran Upah dan THR

Damri Mengalami Kerugian hingga Tangguhkan Pembayaran Upah dan THR

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X