Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ada Isu PHK Karyawan, Ini Penjelasan Dirut Krakatau Steel

Kompas.com - 22/06/2019, 15:12 WIB
Yoga Sukmana,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Isu pemutusan hubungan kerja (PHK) ribuan karyawan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk berhembus kencang beberapa hari belakangan. Sejumlah media turut menuliskan kabar tersebut.

Kepada Kompas.com, Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim memberikan penjelasan lengkap seputar kondisi BUMN tersebut dan isu yang berkembang.

Sejak 10 tahun lalu ungkapnya, Krakatau Steel sudah menyimpan sejumlah persoalan yang membuat perusahaan pelat merah itu harus rugi 7 tahun berturut-turut.

Baca juga: Gandeng BUMN Karya, Krakatau Steel Incar Perusahaan Baja Lokal

Sejak ditunjuk sebagai nakhoda baru Krakatau Steel pada September 2018 lalu, Silmy menyadari besarnya masalah dan pentingnya upaya penyelamatan perusahaan.

Ia menilai perlunya restrukturisasi perusahaan agar kinerja Krakatau Steel menjadi optimal. Oleh karena itu, restrukturisasi mulai dijalankan sejak Januari 2019.

Ada 4 hal dalam restrukturisasi tersebut yakni penjualan asset non core, mencari mitra strategis, spin off atas unit/divisi yang semula cost center menjadi profit center dan merampingkan organisasi agar tidak birokratis dan lincah.

Baca juga: Dirut Krakatau Steel Tak Tahu Proyek yang Diduga Dikorupsi Direkturnya

Khusus dua poin terakhir, inilah yang berkaitan dengan karyawan. Silmy mengatakan bahwa upaya penyelamatan Krakatau Steel turut melibatkan anak-anak usaha.

"Saya mengajak seluruh anak usaha KS untuk gotong royong bersama-sama menyelamatkan KS karena ini industri yang strategis," ujarnya saat berbincang dengan Kompas.com, Sabtu (22/6/2019).

Ia lantas menjelaskan dua poin terakhir dalam restrukturisasi Krakatau Steel.

Perampingan

Dua hal ini langsung berkaitan dengan karyawan sebab menurutnya banyak hal yang perlu direstrukturisasi, termasuk struktur perusahaan.

Spin off unit atau divisi merupakan titik awal dari perampingan struktur di Krakatau Steel. Tujuannya yakni untuk mengoptimalkan unit atau divisi kerja di Krakatau Steel.

Caranya yakni dengan digabungkan ke anak usaha Krakatau Steel sehingga kerjanya tidak hanya melayani Krakatau Steel saja namun juga perusahaan lainnya.

Baca juga: Rugi 6 Tahun Berturut-turut, Krakatau Steel Gencar Restrukturisasi

"Misalnya divisi water treatment, atau divisi yang menangani manajemen logistik, termasuk misalnya divisi yg menangani asset KS, dan divisi perawatan," kata dia.

"Ini nantinya akan optimal jika juga melayani perusahaan lain. Dan ini bisa mendapat pendapatan dari perusahaan lain kan," sambung pria 44 tahun itu.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com