Nama Pejabat Kemenhub Dicatut dalam Rekrutmen PT Pelni

Kompas.com - 10/07/2019, 20:03 WIB
Kapal PT Pelni KM Express Bahari 3B dengan tujuan Kepulauan Seribu di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara, Selasa (10/1/2017) KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNGKapal PT Pelni KM Express Bahari 3B dengan tujuan Kepulauan Seribu di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara, Selasa (10/1/2017)

JAKARTA, KOMPAS.com - Ada saja oknum yang memanfaatkan sebuah situasi untuk mendapatkan pundi-pundi rupiah. Salah satunya pada penerimaan/rekrutmen di PT Pelayaran Nasional Indonesia ( Pelni) Persero.

Oknum calon menawarkan jasanya dan menjanjikan dapat meloloskan seorang pelamar ketika mengikuti seleksi di sebuah institusi.

Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT Pelni Yahya Kuncoro, mengungkapkan, kejadian ini pernah terjadi beberapa waktu lalu. Ada informasi lowongan pekerjaan yang mengatasnamakan Pelni dan ada yang mencatut nama pejabat di Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

"Jadi beberapa kali ada orang, mengatasnamakan PT Pelni, biasanya ada kejanggalan, itu (biasanya melampirkan nama) pejabat. Orang Kementerian Perhubungan," ungkap Yahya kepada Kompas.com, Jakarta, Rabu (10/7/2019).

Baca juga: Pemerintah Buka 254.173 Lowongan CPNS, Ini Rincian Alokasinya

Yahya mengatakan, semua pihak harus hati-hati dengan adanya informasi penerimaan atau adanya lowongan pekerjaaan di sebuah lembaga. Ini khususnya calon pelamar.

Sebab, jika tidak hati-hati bisa bermasalah hingga menjadi korban penipuan.

"Mengimbau kepada masyarakat untuk meneliti pengumuman-pengumunan yang disampaikan oleh suatu institusi, termasuk PT Pelni," ujarnya.

Meskipun demikian, Yahya enggan menyebutkan nama dan jabatan pejabat Kemenhub yang pernah dicatut namanya tersebut pada proses rekrutmen beberapa tahun lalu.

Dia mengatakan, lowongan informasi kerja bodong pada dasarnya bisa diketahui. Sebab akan sangat berbeda dengan informasi resmi sebuah institusi, baik syarat dan ketentuan lainnya.

"Biasanya ada kejanggalan, itu (biasanya melampirkan nama) pejabat. Kami tidak memungut biaya apapun," jelasnya.

"Itu yang perlu diwaspadai, jadi kalau ada orang mengumumkan, ada panggilan, rekrutmen membayar itu jelas-jelas bukan dari Pelni. Hoaks lah istilahnya. kami mohon meneliti kembali," tegasnya.

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X