BCA: Perubahan Zaman, Dulu Buka Cabang 40 Sekarang Kurang dari 20

Kompas.com - 17/07/2019, 18:35 WIB
Ilustrasi BCA. SHUTTERSTOCKIlustrasi BCA.

JAKARTA, KOMPAS.com - Perubahan ekosistem ke arah digital turut membuat lembaga keuangan seperti perbankan berubah. Beberapa tahun terakhir, banyak perbankan yang harus menutup puluhan cabang dan beralih ke platform digital.

Presiden Direktur  Bank OCBC NISP Parwati Surjaudaja mengakui, digitalisasi perbankan membuat berbagai hal menjadi terbalik. Jika dulu bank-bank sibuk buka cabang, saat ini justru sibuk tutup cabang.

"Di masa yang lalu kalau kita bicara perbankan itu melalui cabang, sekarang sudah sangat berbalik. Kalau dulu trennya mungkin sibuk buka kantor, sekarang trennya bank-bank sibuk menutup kantor," ujarnya.

Baca juga: "Dulu Bank-bank Sibuk Buka Cabang, Sekarang Sibuk Menutupnya..."

Lalu, bagaimana dengan BCA?

Direktur Bank Central Asia (BCA) Santoso mengakui, perubahan ekosistem di lingkungan memang cukup banyak memengaruhi Bank BCA. Jika dulu Bank BCA buka cabang hingga 40 buah per tahun, saat ini hanya buka cabang kurang dari 20.

"BCA pada prinsipnya kalau dikatakan buka cabang bagaimana? Tetap buka cabang. Tapi buka cabangnya dulu banyak dalam setahun, sekarang tidak terlaku banyak. Mungkin kurang dari 20," kata Santoso di sela-sela gelaran Dialog Budaya Nusantara dan Anugerah Nusantara Award di Jakarta, Rabu (17/7/2019).

Untuk mengikuti perubahan jaman, banyak pelayanan-pelayanan BCA dialihkan ke platform digital. Tapi, pelayanan Bank BCA secara offline juga tetap jalan mengingat pangsa pasarnya bukan hanya berusia 15 hingga 40 tahun.

"Belajar dari market, kita selama ini ada berbagai macam konsumen. BCA layani dari yang milenial sampai yang kolonial. Yang namanya market ke arah usia lanjut, cenderung datang ke cabang. Tapi kalau yang sudah pakai digital enggak mau datang ke cabang. Itu yang harus kita imbangi," sebut Santoso.

Santoso mengatakan, pihaknya saat ini pun belum memiliki rencana mengurangi jumlah karyawan. Alih-alih mengurangi, karyawan yang sebelumnya bekerja di bidang operasional dipindahkan ke divisi lain.

"Tidak ada rencana pengurangan karyawan sama sekali. Kita justru cari cara bagaimana memaksimalkan karyawan yang dulu di bidang operasional seperti teller, front office, back office, kita latih untuk mulai menggunakan digital," ucap Santoso.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X